SANGIHE, BARTA1.COM – Turnamen sepak bola Dandim Cup 2025 resmi dibuka di Lapangan Gesit Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis, (25/9/2025). Kompetisi tahunan yang disebut-sebut sebagai “Liga Champion-nya Sangihe” itu kembali digelar setelah dinanti publik pencinta sepak bola di daerah kepulauan tersebut.
Pembukaan Dandim Cup dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari. Hadir pula jajaran Forkopimda, tokoh agama, hingga pejabat daerah.
Sebanyak 37 tim dari berbagai wilayah di Sangihe ikut ambil bagian. Laga pembuka mempertemukan Malahasa FC melawan Mantelage FC. Pertandingan ini langsung menyedot perhatian warga yang sejak siang memadati stadion mini di pusat kota Tahuna.
Bupati Thungari menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1301 Sangihe selaku penyelenggara turnamen. Ia menyebut Dandim Cup sebagai ajang yang paling ditunggu-tunggu masyarakat, bahkan menyamakan pamornya dengan kompetisi elite Eropa.
“Dandim Cup ini seperti Liga Champion-nya Sangihe. Program ini selalu ditunggu oleh para pencinta bola, dan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan penuh,” kata Thungari dalam sambutannya.
Menurut Thungari, sepak bola bukan sekadar olahraga di Sangihe. Ia menjadi bagian dari budaya masyarakat. Anak-anak bermain bola sejak dini, dari halaman rumah hingga pesisir pantai. Turnamen pun rutin digelar oleh lembaga pendidikan dan keagamaan.
Momentum Dandim Cup juga dinilai penting menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara di Manado pada November mendatang. Thungari berharap kompetisi ini bisa menjadi ajang pemanasan sekaligus pembinaan karakter atlet muda.
“Saya minta perhatian khusus dari KONI dan Wakil Bupati untuk pembinaan cabang sepak bola. Kita ingin tampil maksimal di Porprov nanti,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas. Kepada para pemain, Thungari mengingatkan agar menghindari permainan kasar, terutama bagi tim yang akan berlaga di Porprov.
Tak hanya pemain, wasit pun diminta menjaga netralitas saat memimpin pertandingan. Thungari mengungkapkan, dirinya pernah menjatuhkan sanksi kepada dua wasit akibat kesalahan fatal di lapangan.
“Hasil pertandingan memang tidak bisa diubah, tapi wasit yang salah harus ditindak. Netralitas wasit adalah harga mati,” tegasnya.
Turnamen Dandim Cup 2025 diharapkan tak sekadar menjadi ajang kompetisi antarklub lokal, tapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan, membangun mental juara, serta mendorong prestasi atlet Sangihe menuju level provinsi dan nasional.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post