Manado, Barta1.com – Event Indonesia Polytechnic English Competition (IPEC) baru saja rampung digelar di Kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Namun bagi Angelica Cheryl Theresa Runtupalit, ajang ini bukan sekadar kompetisi—melainkan sebuah pencapaian penuh makna.
Angelica, mahasiswi Jurusan Elektro semester 7 Polimdo, berhasil meraih Bronze Medal dalam kategori Videography Expert. Sebuah hasil yang sangat memuaskan, terutama jika dibandingkan dengan pencapaiannya di tahun sebelumnya.
“Saya senang karena performa tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Meski belum sempurna dan maksimal, namun hasil yang diraih berada di kategori lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, bahkan meningkat secara drastis,” ungkap Angelica dengan bangga.
Rasa syukur pun tak lupa ia sampaikan. Menurut Angelica, semua pencapaian ini tak lepas dari campur tangan Tuhan yang telah memberinya hikmat dan membuka jalan hingga bisa berpartisipasi di ajang tingkat nasional dan meraih hasil yang membanggakan.
“Pertama, saya bersyukur kepada Tuhan. Kedua, terima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung setiap langkah dan kerja keras saya, bahkan memberi banyak masukan berharga sebelum lomba dimulai. Ketiga, untuk teman-teman yang memberikan semangat dan dukungan emosional yang memperkuat rasa percaya diri saya. Dan terakhir, tentu kepada pihak kampus, dari pimpinan hingga seluruh jajaran Polimdo,” ucapnya penuh haru.
Dukungan dari berbagai pihak membuat Angelica mampu melewati tantangan dalam kompetisi yang diikuti oleh 24 peserta dari berbagai kampus di Indonesia. Padahal, di awal, ia sendiri tidak terlalu berharap akan membawa pulang medali.
“Tantangannya tidak sedikit. Salah satunya adalah batasan waktu yang ketat. Dalam lomba ini, kami harus benar-benar cermat membagi waktu antara pengambilan footage video dan proses upload. Nah, fase upload ini sangat menguras emosi karena banyak kendala, baik dari jaringan, perangkat, maupun tekanan waktu. Bahkan banyak teman-teman yang terkendala. Tapi puji Tuhan, semua bisa saya lewati dengan baik,” pungkasnya. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post