Manado, Barta1.com – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melaksanakan program Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) di Gereja GPDI AGAPAO Griya Warembungan, pada Jumat hingga Selasa, 15–22 Agustus 2025.

Kegiatan PBM kali ini berfokus pada perluasan ruang ibadah gereja, sebagai respons atas pertumbuhan jemaat yang terus meningkat dan kebutuhan pelayanan yang semakin kompleks.

Ketua PBM Jurusan Teknik Sipil Polimdo, Dr. Ir. Jeanely Rangkang, M.Eng.Sc, didampingi oleh anggota tim yaitu Ir. Wellem Toad, M.T., Ir. Merci F. Hosang, S.ST., M.T., dan Dwars Soukotta, S.T., M.Ars., menjelaskan kepada Barta1.com bahwa inisiatif ini lahir dari dinamika positif dalam pertumbuhan jemaat GPDI AGAPAO selama beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan jemaat yang signifikan telah menyebabkan ruang ibadah yang ada saat ini tidak lagi memadai, khususnya pada saat ibadah Minggu dan perayaan besar seperti Natal, Paskah, serta pertemuan raya,” ungkap Dr. Jeanely.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keterbatasan ruang tak hanya dari sisi kapasitas, namun juga dari aspek fungsionalitas yang turut memengaruhi pelayanan sekolah minggu, pemuda, dan remaja.
“Melihat kebutuhan tersebut, tim PBM Jurusan Teknik Sipil Polimdo melakukan perluasan ruang ibadah, dari ukuran awal 3 meter x 12 meter menjadi 6 meter x 12 meter. Harapannya, ruang yang baru ini dapat menjadi tempat ibadah yang lebih layak, nyaman, dan mendukung pertumbuhan rohani jemaat secara maksimal,” tambahnya.
Dr. Jeanely juga menegaskan bahwa inti dari program PBM ini adalah untuk mengakomodasi pertambahan jumlah jemaat, serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas ibadah melalui penyediaan ruang yang lebih representatif, dengan sirkulasi udara dan akustik yang baik.
“Selain itu, perluasan ini juga bertujuan untuk mendukung pelayanan gereja yang lebih luas, seperti sekolah minggu, pelayanan pemuda, dan pelayanan kategorial lainnya. Ini merupakan bentuk tanggung jawab rohani dan pastoral gereja dalam menanggapi pertumbuhan jemaat, sekaligus membangun ruang ibadah yang inklusif dan visioner, sebagai wadah pelayanan masa kini dan masa depan,” tutupnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post