Manado, Barta1.com – Dialog antara DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan massa aksi yang bertujuan menyampaikan aspirasi belum berjalan sebagaimana mestinya, pada Senin (01/09/2025).
Berlokasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sulut, Ketua DPRD Fransiskus Andi Silangen bersama sejumlah anggota dewan telah berupaya melakukan negosiasi dengan massa aksi. Mereka meminta agar ada perwakilan dari massa yang menyampaikan aspirasi secara langsung.
Namun, permintaan tersebut ditolak. Massa aksi menegaskan bahwa mereka tidak ingin diwakili, melainkan seluruh peserta aksi ingin ikut masuk dan berdialog secara langsung dengan DPRD.
Padahal, dalam kesempatan itu Ketua DPRD Fransiskus telah menyatakan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa akan diterima dan segera ditindaklanjuti.
Hingga pukul 18.00 WITA, massa masih terus melakukan orasi di depan gedung. Situasi kemudian berujung pada tindakan pembubaran oleh pasukan Brimob Polda Sulut.
Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, saat diwawancarai media terkait potensi aksi susulan pada malam hari atau esok harinya, menyampaikan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan.
“Sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya aksi lanjutan, kami terus menjalin koordinasi dengan pihak keamanan,” ujarnya.
“Seperti yang kita lihat bersama hari ini, aparat keamanan telah membantu menjaga situasi tetap terkendali dengan menurunkan banyak personel,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post