Mega Fitri Wulandari
Politeknik Negeri Manado
Email: wulandarimegafitri@polimdo.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Aplikasi WhatsApp dalam meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa. Metode yang digunakan Adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan total subjek penelitian 33 mahasiswa dari Jurusan Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Manado tahun akademik 2024/2025. Teknik pengumpulan data Adalah tes dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan menulis mahasiswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 65,50 pada siklus I menjadi 82,50 pada siklus II. Selain itu, mahasiswa menunjukkan motivasi dan keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran, didukung oleh fitur interaktif WhatsApp.
Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, MALL, WhatsApp, Writing Skill
1. Pendahuluan
Banyak strategi pembelajaran berbasis teknologi dapat membantu mahasiswa dan dosen dalam proses pengajaran dan pembelajaran menulis (writing). Salah satu strategi ini adalah Mobile Assisted Language Learning (MALL). MALL adalah pembelajaran bahasa yang memanfaatkan perangkat seluler dan teknologi. Jenis perangkat seluler yang digunakan mencakup ponsel pintar, tablet, dan laptop yang mudah digunakan, memungkinkan dosen/guru dan mahasiswa untuk menggunakan perangkat ini di mana saja dan kapan saja (Kukulska-Hulme, 2012). Didukung oleh Azli et al. (2018), yang menyatakan bahwa MALL dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran tradisional, baik secara formal maupun informal. Oleh karena itu, MALL dapat diterapkan tidak hanya di dalam kelas tetapi juga secara efektif di luar kelas selama mahasiswa memilih aplikasi yang tepat.
Di antara berbagai aplikasi seluler yang tersedia, WhatsApp muncul sebagai alat yang populer karena aksesibilitasnya, kemudahan penggunaan, dan berbagai fitur komunikasi yang luas. WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran, termasuk dalam meningkatkan keterampilan menulis bahasa Inggris. Fitur-fitur yang tersedia seperti chat group, voice note, status, dan document sharing memberikan peluang bagi mahasiswa untuk berlatih menulis secara praktis, cepat, dan interaktif. Mahasiswa yang sudah memanfaatkan WhatsApp sehari- hari sudah sangat familiar dengan fitur yang ada sehingga penggunaannya dapat mendorong motivasi belajar dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk menyelidiki pertanyaan-pertanyaan berikut;
- Apakah ada peningkatan kemampuan menulis mahasiswa setelah pemanfaatan WhatsApp dalam pembelajaran
- Apakah pemanfaatan WhatsApp efektif dalam pembelajaran menulis di dalam maupun diluar kelas?
3. Tinjauan Pustaka
Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk inovasi pembelajaran adalah pemanfaatan Mobile Assisted Language Learning (MALL) sebagai sarana belajar. Menurut Chiu et al (2015) Penggunaan MALL dapat meningkatkan language skill pembelajar. Hal itu karena mobile device menyediakan banyak fitur dan aplikasi yang mendukung dalam pembelajaran bahasa.
Pembelajaran bahasa berbasis teknologi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan kolaboratif. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai media untuk berlatih keterampilan bahasa secara praktis. Oleh karena itu, integrasi teknologi ke dalam pembelajaran bahasa dianggap relevan dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital saat ini.
WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan yang populer dan banyak digunakan oleh mahasiswa. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur seperti chat individual, chat group, voice note, file sharing, dan status yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Bouhnik & Deshen (2014), WhatsApp memiliki keunggulan sebagai media pembelajaran karena mudah digunakan, memungkinkan interaksi real-time, serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa WhatsApp efektif digunakan untuk mendukung pembelajaran bahasa. Wahyuni (2020) melakukan penelitian pada mahasiswa semester II di STKIP Muhammadiyah Pagar Alam. Hasilnya adalah penerapan WhatsApp Groups pada pengajaran menulis II dapat meningkatkan kemampuan menulis pada mahasiswa.
4.Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (Classroom Action Research). Arikunto (2009) mengemukakan ada 4 tahapan penting dalam melaksanakan PTK. Keempat tahapan itu meliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado Tahun Akademik 2024/2025 dengan total subjek penelitian 33 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes, dan observasi.
5.Hasil dan Pembahasan
Hasil penilaian pengetahuan mahasiswa pada siklus I dan II disajikan pada Tabel di bawah ini.

Berdasarkan analisis data pada Tabel diatas menunjukkan bahwa secara nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 17.00 yaitu rata-rata pada siklus I sebesar 65.50 menjadi 82.50 pada siklus II. Dengan demikian, peneliti tidak perlu lagi melanjutkan pada siklus ke III.
Pemanfaatan WhatsApp dalam pembelajaran mendapatkan respon baik dari mahasiswa. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi bersemangat dengan adanya pemanfaatan teknologi di dalam kelas sehingga mereka dapat mengeksplore sendiri tanpa larangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan WhatsApp menghasilkan pembelajaran yang interaktif sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar baik di dalam maupun diluar kelas. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni dan Febianti (2019) bahwa pemanfaatan WhatsApp Group dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa.
6.Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian Tindakan kelas mengenai pemanfaatan WhatsApp dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya keterampilan menulis mahasiswa, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media yang akrab digunakan sehari-hari dapat meningkatkan motivasi belajar yang berdampak pada ketercapaian tugas menulis dalam bahasa inggris. Dan saran untuk peneliti selanjutnya Adalah batasan dalam penggunaan teknologi di dalam kelas harus tetap ada untuk menjaga interaksi langsung dan tidak mengabaikan aspek penting lainnya dalam proses pengajaran dan pembelajaran.
REFERENCES
Arikunto, Suharsimi. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksaara.
Azli, W. U. A. W., Shah, P. M., & Mohamad. (2018). Perception on the Usage of Mobile Assisted Language Learning (MALL) in English as a Second Language (ESL) Learning among Vocational College Students. Creative Education. Volume 9(1), 84–98.
Chiu et al. (2015). Mobile-Assisted Language Learning: Impacts of Smartphones on College Students’ Life and English Learning Experiences Chi-Yen. Asian Journal of English Language Teaching, 32(3), 63–76.
Kukulska‐Hulme, A. (2012). Mobile‐Assisted language learning. The encyclopedia of applied linguistics, 1-9.
Wahyuni, S. (2020). Peningkatkan Kemampuan Menulis Dengan Whatsapp Group Pada Mahasiswa Semester Ii Stkip Muhammadiyah Pagaralam. Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia (Vol. 2, No. 1, pp. 48-53). (*)
Peliput: Meikel Pontolondo
Discussion about this post