Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulut, Amir Liputo bersama Louis Carl Schramm, menerima kunjungan dari pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Rabu (20/08/2025).

Dalam kunjungan itu, keduanya menerimanya di Ruangan Komisi III DPRD Provinsi Sulut. Dan dalam kesempatan itu, Amir Liputo mencoba bertukar pikiran.
“Kami hanya mengingatkan saat kunjungan kerja begini, mohon maaf saya bukan malaikat, tapi ini mengingatkan hati-hati baju coklat lagi cari prestasi, karena mereka mengejar target,” ungkap Amir.
Lanjut dari kader PKS ini, terutama terkait bil hotel dan waktu kunjungan kerja. “Di Sulut, khususnya Kota Bitung sudah dicekal seluruh anggotanya dan sekarang sudah 10 yang masuk. Kasusnya terkait perjalanan dinas.”
“Bil hotel yang di mark up dan jumlah hari yang dikurangi, dengan mengantikan baju satu hari kunjungan, kemudian dimasukan 4 hari, terutama perjalanan dalam daerah, maupun tetangga daerah,” tuturnya.
Kemudian Bapak – Ibu, lanjut Amir, yang sering nangkap – nangkap di Kejagung itu mantan Kejari Bitung. “Orangnya satu almamater dengan saya di Unsrat. Dan orangnya memang seperti itu, Ia pertama lulus langsung di KPK, jadi pikirannya langsung terbentuk.”
“Kemudian, terkait dana hibah di sini sudah ada 5 orang menjadi korban, dimana itu Sekprov, Asisten I, mantan Asisten I, Karo Kesra dan satu petinggi Ormas. Kita hanya saling mengingatkan saja,” terangnya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sumut, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani, menanggapinya dengan mengatakan sangat tertarik dengan nasehat pa Hi Amir Liputo. “Sumut ini memiliki anggaran 13 triliun, tapi bebannya sama juga, artinya bukan angka yang fantastis jika dibandingkan dengan beban yang ada.”
“Jadi, apa yang disampaikan oleh pak Hi Amir, memang dinamika di Sumut mulai dari pak Gatot hingga hari ini cukup menjadi perhatian, tapi kami hanya bisa berpendam dan berdoa semoga Sumut ke depan lebih baik, sehingga jauh dari hal – hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.Timbul menyebut sampai hari ini pihaknya masih saling mengingatkan dan menjaga satu dengan yang lainnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post