Manado, Barta1.com – Di bawah kepemimpinan Marson Budiman, SST, MT, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi vokasi. Berbagai upaya nyata dilakukan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghasilkan outcome nyata bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (15/08/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pemutakhiran dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di lingkungan Jurusan Teknik Elektro. FGD ini melibatkan berbagai pihak, termasuk dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi), serta Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP KomDigi) Manado.
Dalam wawancara bersama media Barta1.com, Marson Budiman selaku Kepala Jurusan Teknik Elektro Polimdo menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bagian dari proses revisi RPS yang menjadi turunan langsung dari revisi kurikulum.
“Dengan dilaksanakannya FGD bersama pihak industri dan dunia usaha, kami ingin memastikan adanya link and match antara kurikulum yang kami kembangkan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, terutama di bidang teknologi,” ujar Marson dengan penuh semangat.
Secara khusus, Marson menyebut kolaborasi dengan KomDigi Manado sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa, terutama pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kerja sama ini mencakup pelatihan dan uji kompetensi yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan terkini.
“Kami berharap, dari FGD ini dapat lahir RPS yang memuat mata kuliah dan kompetensi yang benar-benar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini,” tambahnya.
Lebih jauh, Marson yang juga menjabat sebagai Ketua Senat Polimdo menegaskan bahwa lulusan Polimdo harus siap bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, sejak dalam proses pembelajaran, mahasiswa harus diperkenalkan dengan tantangan dan kebutuhan riil di industri.
“Ketika mahasiswa memahami sejak awal apa yang dibutuhkan di dunia kerja, mereka tidak hanya siap secara teori, tapi juga memiliki keahlian praktis yang mumpuni. Ini penting agar mereka bisa bersaing secara global.”
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan FGD ini bukanlah kegiatan sekali jalan. Ke depan, FGD akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama ketika kurikulum yang dikembangkan sudah mengarah pada standar internasional. Kurikulum tersebut nantinya akan disusun berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Yang kami harapkan adalah capaian pembelajaran yang berorientasi pada outcome, yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri dan dunia kerja secara nyata,” tutup Marson.
Dengan langkah-langkah ini, Polimdo menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang responsif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia profesional. Ini menjadi langkah penting dalam mencetak lulusan yang bukan hanya siap kerja, tapi juga siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post