Minahasa, Barta1.com – Dalam rangka mendekatkan teknologi kepada masyarakat dan mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) bekerjasama dengan Sekolah PAUD Immanuel menggelar kegiatan bertajuk “Technology to Society” berupa pelatihan penggunaan proyektor bagi guru, orang tua, dan anak-anak didik, Rabu (17/09/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan pendidikan anak usia dini. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, pelatihan ini bertujuan membekali para pemangku kepentingan pendidikan guru, orang tua, dan peserta didik PAUD dengan keterampilan dasar dalam mengoperasikan perangkat proyeksi visual yang kini menjadi bagian penting dalam proses belajar-mengajar modern.

Membuka Akses Teknologi Sejak Usia Dini.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan di ruang kelas PAUD Immanuel yang telah disulap menjadi ruang pelatihan mini. Diikuti oleh lebih dari 30 peserta dari kalangan guru, orang tua dan murid PAUD, pelatihan ini memperkenalkan penggunaan proyektor sebagai alat bantu visual dalam pembelajaran.
Kepala Sekolah PAUD Immanuel, Laurin Yurrin Luwuk, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari visi sekolah untuk memperkenalkan teknologi secara bertahap kepada seluruh elemen sekolah.
“Kami percaya bahwa teknologi bukan hanya milik orang dewasa atau jenjang pendidikan tinggi. Dengan bimbingan dan pendekatan yang tepat, teknologi seperti proyektor bisa menjadi jembatan pengetahuan yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui pelatihan ini, kami ingin semua pihak merasa percaya diri dalam menggunakannya,” jelas Ibu Laurin.

Materi Pelatihan dan Tahapan Kegiatan
Sesi pertama pelatihan dikhususkan untuk para guru dimana tim Polimdo yang diutus untuk ini ialah Christopel H. Simanjuntak,ST,.M.Eng dengan anggota Sulastri Eksan,ST,MT dan Stieven N. Rumokoy,ST,MT . Dalam sesi ini, mereka dikenalkan pada berbagai jenis proyektor, cara menghubungkannya dengan laptop atau perangkat lain, pengaturan tampilan, serta teknik menampilkan materi ajar visual agar lebih menarik bagi anak-anak. Guru juga diajarkan untuk mengintegrasikan proyeksi dengan musik, video edukatif, dan alat peraga digital lainnya.

Sesi kedua ditujukan untuk orang tua dimana tim yang diturunkan ialah Stenly B. Dodie SH,MH dengan anggota I Gede AtmajaST,MT, Adriyan Warokka ST,.M.Eng dan Leony A. Wenno,ST,.M.Eng. Fokus utama adalah bagaimana mereka dapat menggunakan proyektor sebagai alat bantu untuk mendampingi anak belajar di rumah, seperti menonton video pembelajaran, menampilkan buku cerita interaktif, atau berkreasi bersama anak menggunakan proyeksi gambar. Banyak orang tua yang baru pertama kali menyentuh perangkat ini merasa antusias.
“Awalnya saya takut menyentuh alatnya, takut salah. Tapi ternyata mudah digunakan, apalagi dengan penjelasan dari para pendamping pelatihan. Sekarang saya jadi semangat untuk membuat suasana belajar di rumah lebih seru,” kata Ibu Lidia Sigar, salah satu peserta dari kalangan orang tua.

Sesi terakhir yang paling unik adalah pelatihan untuk anak-anak. Meski menggunakan istilah “pelatihan”, kegiatan ini dirancang dalam bentuk permainan edukatif visual. Anak-anak diajak berinteraksi dengan proyektor melalui tebak gambar, bermain warna, hingga melihat hewan-hewan lucu yang ditampilkan di layar besar. Tawa dan sorak sorai anak-anak terdengar riuh memenuhi ruang kelas.
Pada pelatihan ini juga, Tim dari Polimdo memberikan dan menyerahkan proyektor pada sekolah PAUD dengan semangat mendorong sekolah ini menjadi salah satu pelopor digitalisasi pendidikan PAUD di Sulawesi Utara. Pelatihan ini sejalan dengan komitmen Politeknik Negeri Manado dalam mendorong model pembelajaran yang interaktif, partisipatif, dan menyenangkan pada masyarakat. Penggunaan proyektor menjadi salah satu cara untuk mengubah paradigma pembelajaran dari metode konvensional menuju pengalaman belajar visual yang lebih hidup. (*)
Editor; Meikel Pontolondo


Discussion about this post