SANGIHE, BARTA1.COM – Sebanyak 500 karton rokok merek Cannon Menthol 100’s akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, ke Filipina.
Rokok ini menjadi sorotan karena sering disita oleh pihak berwenang di Filipina dalam operasi pemberantasan penyelundupan.
Pengiriman rokok tersebut merupakan bagian dari total 1.200 karton rokok berbagai merek milik perusahaan PR. Jaleka asal Kudus, Jawa Tengah.
Adapun empat merek rokok yang akan diekspor, yaitu:
1. Cannon Menthol 100’s: 500 karton
2. Millions Menthol Toscha: 100 karton
3. Tabaco One Red Ekspor: 400 karton
4. Bright On Menthol Toscha: 200 karton
Seorang pria bernama Andri Maulana mengaku sebagai pengawas dari pihak pabrik. Ia mengatakan bahwa dirinya hanya ditugaskan untuk mengawasi proses pengiriman.
“Ini pabrik punya. Saya di sini hanya mengawasi barang-barang ini. Jadi pabrik ini mengatasnamakan Pak Fander,” ujarnya di Pelabuhan Tahuna, Sabtu (2/8/2025).
Rencananya, pengiriman akan menggunakan kapal bernama Sulna V kapal berbendera Filipina dengan kru yang juga berasal dari negara tersebut.
Rokok merek Cannon Menthol diketahui sering menjadi barang sitaan dalam operasi bea cukai di Filipina.
Pada Agustus 2023, otoritas Filipina menyita hampir 15 ribu karton Cannon Menthol senilai lebih dari 7 juta peso di wilayah Mindanao.
Rokok ini juga pernah ditemukan dalam penyelundupan laut di Zamboanga dengan total sitaan mencapai 24,6 juta peso.
Bahkan, seorang senator Filipina, Win Gatchalian, sempat menyebut merek ini dalam pernyataannya soal kerugian negara akibat rokok ilegal. Ia menyebutkan bahwa sekitar 42 persen rokok yang beredar di negaranya berasal dari penyelundupan.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post