SANGIHE, BARTA1.COM – Sebanyak 1.200 karton rokok dari Jawa Tengah rencananya akan diekspor ke Filipina melalui Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Proses ekspor ini diawasi oleh seorang pria bernama Andri Maulana, yang mengaku mewakili perusahaan rokok PR. Jaleka, yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah.
“Ini pabrik punya dan saya di sini hanya mengawasi barang-barang ini. Jadi pabrik ini mengatasnamakan Pak Fander,” kata Andri saat ditemui awak media di Pelabuhan Tahuna, (Sabtu, (2/8/2025).
Andri menyebut dirinya ditugaskan oleh pihak pabrik untuk mengawal proses pengiriman barang ke luar negeri. Ia juga menyebut nama Fander, seorang pria asal Sangihe, yang diklaim sebagai perwakilan perusahaan dalam aktivitas ekspor tersebut.
Fander sebelumnya membenarkan bahwa dirinya turut bertanggung jawab mengawasi proses ekspor ke negara tetangga itu. “Saya hanya mendampingi dan memastikan barang sampai dan diberangkatkan sesuai prosedur,” ujarnya singkat.
Adapun jenis rokok yang akan dikirim terdiri dari empat merek berbeda:
1. Cannon Menthol 100’s sebanyak 500 karton
2. Millions Menthol Toscha sebanyak 100 karton
3. Tabaco One Red Ekspor sebanyak 400 karton
4. Bright On Menthol Toscha sebanyak 200 karton
Seluruhnya berjumlah 1.200 karton dan dikemas rapi dalam beberapa unit mobil truk yang kini sudah berada di area pelabuhan.
Pengiriman rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat menggunakan kapal sewaan berbendera Filipina bernama Sulna V.
Kapal kayu berwarna biru itu sepenuhnya dioperasikan oleh awak asal Filipina dan telah bersandar di Tahuna sejak beberapa Minggu terakhir.
Dalam pantauan awak media tampak sejumlah pegawai Beacukai dan Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tahuna sedang mengawasi aktivitas pengiriman ribuan karton rokok tersebut.
Ekspor rokok melalui jalur laut Tahuna ini terpantau adalah kali pertama terjadi beberapa tahun terakhir ini. Letak geografis Kepulauan Sangihe yang berdekatan dengan wilayah perbatasan kini rupanya telah menjadi titik ekspor barang ke Filipina termasuk rokok.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post