SANGIHE, BARTA1.COM – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengajak generasi muda untuk menjadi aktor utama dalam mendorong pembangunan daerah berbasis potensi lokal dan kemajuan teknologi. Hal itu disampaikannya saat membawakan mata kuliah umum di Kampus Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), Selasa, (22/7/2025), dalam kegiatan pelatihan kerja yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja bekerja sama dengan Polnustar.
Dalam paparannya, Thungari menekankan bahwa Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebagai wilayah terluar Indonesia, menghadapi tantangan geografis berupa keterbatasan infrastruktur dan akses transportasi. Meski demikian, daerah ini menyimpan kekayaan potensi laut, pertanian, pariwisata, serta keberagaman budaya lokal yang besar.
“Ini menjadi peluang besar, bila generasi mudanya mampu mengolah potensi tersebut dengan pendekatan teknologi dan inovasi,” kata Thungari.
Ia mengaitkan strategi pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional melalui program Asta Cita 3, yang mendorong penciptaan lapangan kerja, kewirausahaan, dan industri kreatif, serta Sabta Membara 4 yang fokus pada penguatan pelayanan sosial dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
Lebih jauh, Thungari memetakan perubahan besar yang tengah menggoyang lanskap ketenagakerjaan global, mulai dari perubahan teknologi, fragmentasi geoekonomi, ketidakpastian ekonomi, pergeseran demografi, hingga transisi hijau yang melahirkan green jobs. Ini semua menjadi penanda arah Future Jobs.
Ia mencatat bahwa pekerjaan seperti Big Data Specialists, FinTech Engineers, AI and Machine Learning Specialists, serta pengembang perangkat lunak dan keamanan digital menjadi bidang dengan pertumbuhan tercepat. Sebaliknya, posisi seperti juru tulis layanan pos, teller bank, petugas entri data, kasir, hingga sekretaris eksekutif justru mengalami penurunan signifikan.
Thungari menggarisbawahi peluang yang bisa dimanfaatkan generasi muda. Teknologi, menurutnya, bisa digunakan untuk mempercepat pelayanan publik dan mempromosikan pariwisata lokal. Sementara ekonomi kreatif dapat mengangkat budaya lokal menjadi produk unggulan. Ia juga mendorong inovasi sosial melalui pengembangan desa cerdas dan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.
“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam proses ini. Mereka harus berpikir kritis dan solutif, menjadi agen inovasi digital, menguasai soft skills yang relevan dengan dunia kerja, dan tetap menjaga identitas serta integritas bangsa,” ujar Thungari.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen membuka ruang kontribusi seluas-luasnya bagi generasi muda. Bentuk komitmen itu mencakup keterlibatan dalam percepatan pembangunan daerah, dukungan terhadap UMKM digital, penguatan riset dan pengabdian kampus sesuai kebutuhan daerah, serta penyelenggaraan pelatihan teknologi dan kewirausahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Thungari juga menyoroti posisi strategis Politeknik Negeri Nusa Utara dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, Polnustar tetap konsisten membuka ruang kerja sama dan kolaborasi untuk mencetak SDM unggul di daerah.
“Sinergi antara pemerintah, kampus, dan generasi muda adalah kunci. Sangihe bisa melompat lebih jauh jika potensi lokal dan teknologi dijalankan dengan visi yang sama,” tutupnya.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post