• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sejarah

Pertempuran Angkatan Laut Kerajaan Siau di Kasuang Minahasa 1640

by Agustinus Hari
19 April 2019
in Sejarah
0
Pertempuran Angkatan Laut Kerajaan Siau di Kasuang Minahasa 1640

Ilustrasi. (foto: ist)

1.8k
SHARES
980
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kasuang, dalam bahasa Sangihe dialek Siau berarti mayat. Di tempat tersebut, disebutkan pernah terjadi pertempuran antara pasukan Minahasa yang melibatkan Angkatan Laut Kerajaan Siau dipimpin panglima perang Hengkengunaung melawan bajak laut Mindanao.

Dalam berbagai literatur, bajak laut Mindanao, Filipina, disebut sering menjarah daratan Sulawesi dan sekitarnya. Aksi perompakan itu memantik sejumlah perang di berbagai kawasan.

Pada tahun 1640, catat H.B. Elias dalam buku “Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia di Siau (1973)”, sebuah konvoi besar-besaran bajak laut Mindanao menyerbu daratan Minahasa yang berujung pada pertempuran “Kasuang”.

Kasuang adalah sebuah tempat di perbatasan jalan antara kota Tomohon dan kota Tondano, Minahasa. Tempat tersebut saat ini menjadi salah satu obyek wisata di Minahasa.

Disebutkan H.B. Elias, dalam pertempuran “Kasuang”, pasukan Minahasa mendapat bala bantuan dari Angkatan Perang Kerajaan Siau yang langsung dipimpin Panglima Hengkengunaung.

Hengkengunaung, seorang Laksamana Angkatan Laut Kerajaan Siau. Ia mencapai kejayaan di masa pemerintahan Raja Don Fransiscus Xavirius Batahi (1639-1678), ditandai dengan kemenangannya dalam sejumlah pertempuran laut.

Dikisahkan Elias, di tahun itu, konvoi besar-besaran kapal bajak laut Mindanao tengah berlayar ke Selatan dalam misi merompak Minahasa. Kabar perompakan itu sampai ke telinga Laksamana Hengkengunaung di Siau.

Dengan mengerahkan pasukan angkatan laut kerajaan, Laksamana Hengkengunaung, memburu kapal-kapal para perompak hingga ke teluk Kora-kora, Minahasa. Di pantai Kora-kora, pasukan Hengkengunaung menumpas habis para pengawal kapal pasukan bajak laut Mindanao.

Sementara di Kasuang, pasukan Tomohon dan Tondano, Minahasa, tengah menghadapi pertempuran dengan para perompak yang sudah tiba di sana. Pertempuran “Kasuang” ini disebut Elias, berlangsung sengit karena pasukan perompak memiliki persenjataan tempur yang kuat.

Kehadiran bala bantuan Angkatan Perang Kerajaan Siau di tempat itu, akhirnya membuat pasukan Minahasa dengan cepat memenangkan pertempuran. Semua pasukan bajak laut Mindanao habis tertumpas, tidak seorang yang tinggal hidup, catat Elias. Mayat-mayat bergelimpangan di tempat itu, ini sebabnya kawasan medan peperangan itu disebut “Kasuang” yang artinya mayat.

Dalam sebuah pesta kemenangan, Kepala-kepala pasukan Minahasa (Kepala Balak-balak) meminta Panglima Hengkengunaung dan pasukannya untuk menetap di Minahasa. Permohonan itu ditolak Hengkengunaung dengan alasan ia harus kembali ke Siau.

Menghormati jasa Angkatan Perang Kerajaan Siau, Kepala-kepala Balak Minahasa bersepakat menyerahkan pulau “Lembe” sebagai tanda persahabatan yang abadi antara Siau dan Minahasa.

Hadiah itu diterima oleh Laksamana Hengkengunaung dan dilaporkan kepada Baginda Raja Batahi di Siau. (*)

Penulis : Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
Tags: kasuangkerjaan siau
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Jokowi-Amin Berjaya di TPS Pasien Gangguan Jiwa

Jokowi-Amin Berjaya di TPS Pasien Gangguan Jiwa

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Gunakan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kades Tule Utara 26 Mei 2026
  • Pengabdian Kepada Masyarakat, Jurusan Akuntansi Polimdo Berikan Pembelajaran Kepada Anak – Anak di Pasar Bersehati Manado 26 Mei 2026
  • Pasca Kades Awit Selatan Ditetapkan Tersangka, Warga: Segera Dinonaktifkan 25 Mei 2026
  • Pegadaian Kanwil V Manado Hadirkan Program Gold Generation, 50 Siswa SMK Negeri 7 Manado terima Beasiswa Pendidikan 25 Mei 2026
  • Tertibkan Lapak, Perumda Pasar Bitung Gelar Patroli Rutin di Pasar Girian 25 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In