Manado, Barta1.com – Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan menyelimuti Kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo) saat menerima kunjungan istimewa dari Wali Kota Onna-Son, Okinawa, Jepang.

Kunjungan ini tidak dilakukan sendiri, melainkan bersama rombongan dari pemerintahan Onna, Okinawa, yang terdiri dari Rumiko Miyazaki (perwakilan asosiasi wisata), Kazuki Nadhiro (Sekretaris Jenderal), dan Kozo Tamaki (Direktur sekaligus penanggung jawab Program Magang Mengelola Tempat Kerja).

Kehadiran mereka disambut hangat oleh Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, didampingi oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Juliet Makingung, SE., M.Si., serta Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., bersama sejumlah akademisi dari Jurusan Pariwisata, yang menjadi bagian dalam memandu seminar Internasional.

Sambutan menjadi semakin meriah ketika para tamu disambut dengan pemberian bunga sebagai tanda kehormatan, diiringi alunan musik kolintang dan lagu-lagu khas Sulawesi Utara.
Setelah seremoni penyambutan, rombongan diajak mengunjungi Galeri Investasi Polimdo untuk melihat langsung berbagai produk karya mahasiswa. Mereka juga berkesempatan menikmati sajian kuliner dan minuman khas di Coffee Polimdo.
Dalam sambutannya, Rumiko Miyazaki mengungkapkan rasa bahagianya bisa menginjakkan kaki di Polimdo. Ia menyebut kunjungan ini sebagai lanjutan dari kerja sama yang sudah terjalin sejak 2024.
“Kami berasal dari Okinawa, daerah paling selatan di Jepang. Kami sangat terkesan dengan keindahan daerah ini,” ujarnya.
Rumiko juga menyampaikan rasa kagumnya atas hubungan baik yang terjalin dengan Polimdo. Menurutnya, Manado adalah daerah yang menawan dan penuh potensi untuk kerja sama jangka panjang.
“Kami sangat berharap hubungan ini terus dikembangkan, apalagi sudah dimulai dengan kerja sama di bidang magang (internship),” tuturnya.
Direktur Polimdo, Mareyke Alelo, dalam sambutannya mengenang hubungan sejarah yang erat antara masyarakat Manado dan Jepang.
“Selama bertahun-tahun, orang tua kami memiliki sejarah dengan pendatang Jepang. Mungkin itu sebabnya banyak orang Manado memiliki penampilan yang mirip dengan orang Jepang – kulit putih, wajah bulat, dan mengkilap,” ungkap Mareyke sembari tersenyum.
Ia menambahkan bahwa semangat persaudaraan adalah hal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Manado. “Meski berasal dari negara dan bangsa yang berbeda, dalam kemanusiaan, kita adalah saudara.”
Mareyke juga mengapresiasi karakter orang Jepang yang terkenal dengan kedisiplinan dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup.
“Jepang pernah mengalami kehancuran, namun berhasil bangkit dan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia. Itu menginspirasi kami,” katanya.
Sebagai penutup acara, Mareyke mengajak seluruh rombongan dari Desa Onna untuk bersama-sama menyanyikan lagu populer Jepang sebagai bentuk persahabatan dan sukacita dalam kebersamaan.
“Yuk, mari kita nyanyikan bersama salah satu lagu Jepang, untuk mencerahkan suasana dan mempererat hubungan budaya antara Jepang dan Indonesia,” ajaknya penuh semangat. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post