• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Dosen Polimdo: Skill Saja Tidak Cukup, Bahasa Pun Menentukan

by Meikel Eki Pontolondo
25 Juni 2025
in Edukasi
0
Gedung Utama Polimdo. (foto: meikel/barta)

Gedung Utama Polimdo. (foto: meikel/barta)

0
SHARES
457
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dra. Endah Pangestuti Haryono, M.Ed
Dosen Politeknik Negeri Manado

Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai daerah dengan tenaga kerja yang tangguh, gigih dan terampil.

Tak sedikit putra-putri daerah ini yang merantau ke luar negeri untuk mencari nafkah.

Menjadi pekerja migran di berbagai sektor mulai dari perhotelan, kapal pesiar, konstruksi hingga pekerja rumah tangga.

Keahlian teknis mereka tidak perlu diragukan lagi. Namun, ada satu hal yang kerap jadi batu sandungan di negeri orang: kemampuan berbahasa Inggris.

Banyak cerita datang dari pekerja migran asal Sulut yang di lapangan harus bekerja lebih keras karena terkendala komunikasi.

Padahal, dalam dunia kerja internasional, bahasa adalah kunci pertama untuk memahami instruksi, berinteraksi dengan atasan, hingga menghadapi kondisi darurat.

Skill atau keahlian teknis yang sudah baik, akan lebih efektif bila ditopang kemampuan berbahasa yang memadai. Kenyataannya, persaingan global semakin ketat.

Negara-negara tujuan kerja kini mengutamakan tenaga kerja yang tak hanya cekatan, tetapi juga cerdas berkomunikasi.

Dengan penguasaan bahasa Inggris, pekerja migran bisa naik kelas: dari tenaga kasar menjadi tenaga terampil dengan gaji lebih tinggi.

Mereka juga punya peluang promosi atau kontrak kerja lebih panjang karena dinilai mampu berkoordinasi dengan tim multinasional.

Sebagai pendidik di institusi vokasi, saya melihat urgensi ini sebagai tantangan sekaligus
peluang.

Politeknik Negeri Manado (Polimdo) misalnya, telah menyiapkan kurikulum Bahasa Inggris Teknik yang aplikatif, menyesuaikan dengan konteks kerja lintas negara.

Namun, upaya ini tidak cukup hanya di bangku kuliah. Perlu ada sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan kerja, dan keluarga calon pekerja migran untuk mendorong anak-anak muda belajar bahasa Inggris sejak dini.

Solusi ke depan harus konkret: menambah jam praktik bahasa, mendirikan pusat pelatihan bahasa di desa-desa kantong pekerja migran, serta menyediakan tenaga pengajar bahasa yang kompeten hingga di tingkat komunitas.

Selain itu, membangun kerja sama dengan agen penyalur resmi pun sangat penting agar calon pekerja migran benar-benar siap secara teknis dan linguistik sebelum berangkat. Pekerja migran adalah pahlawan devisa.

Sudah saatnya kita memberdayakan mereka tidak hanya dengan keterampilan tangan, tetapi juga kecakapan berbicara.

Karena pada akhirnya, skill saja tak cukup melainkan bahasa Inggris lah yang akan menentukan sejauh mana nasib pekerja untuk bisa bersaing dan sejahtera di negeri orang lain. (*)

Barta1.Com
Tags: Endah Pangestuti HaryonoM.Ed Dosen Politeknik Negeri ManadoTenaga Kerja Migran
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Gedung Utama Polimdo. (foto: meikel/barta)

Dosen Polimdo: Skill Saja Tak Cukup, Bahasa Penentu Nasib Pekerja Migran

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Sertikomlis – Polimdo Bersinergi Uji Serkom bagi Ketenagalistrikan, Perusahaan dari Sulut hingga Sulteng Terlibat 17 September 2026
  • Wali Kota Bitung Teken Kesepakatan dengan Balai Prasarana Sulut untuk Optimalisasi IPLT dan TPA 17 September 2026
  • Polres Bitung Gelar Sertijab Tiga Pejabat Utama, AKBP Arie Sulistyo: Jabatan Adalah Amanah 16 September 2026
  • Kapolres Arie Sulistyo Pertemukan Tiga Ketua Ormas, Akhiri Kesalahpahaman Secara Humanis 16 September 2026
  • TP PKK Bitung Terima Kunjungan Tim Penilai Lomba PKK Tingkat Provinsi Sulut 2026 16 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In