Talaud, Barta1.com – Bripka Feriatno Polaku, seorang anggota Polri yang berdinas di Polres Kepulauan Talaud, dikenal sebagai sosok yang ramah dan berdedikasi dalam menjalankan tugas. Kombinasi peran sebagai Polisi dan pelatih karate ini menjadikannya sebagai sosok yang multifungsi dan inspiratif bagi banyak orang.
Belum lama ini, pria yang menjabat Kanit Provos Polres Kepulauan Talaud ini kembali menjadi buah bibir setelah beberapa atlet karate binaannya sukses memboyong medali pada open turnamen kejuaraan nasional Karate Piala gubernur Sulawesi utara yang digelar di Manado, beberapa hari yang lalu.
Dalam kesehariannya, selain menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Bripka Feriatno Polaku bersama teman-temannya memiliki peran besar dalam mendidik generasi muda melalui olahraga karate di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sabuk hitam yang dikenakan oleh Brigadir Polisi Kepala Feriatno Polaku bukanlah aksesoris atau ornamen yang kerap digunakan dalam kegiatan-kegiatan seremonial. Tetapi merupakan bukti keseriusan serta kedisiplinan dalam menekuni olahraga ini sejak puluhan tahun silam.
Pria yang akrab disapa Fherry ini mulai tertarik dengan cabang olahraga karate sejak tahun 1997, ketika ia masih remaja. Saat itu, ia masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Hingga saat ini, dirinya masih konsisten menekuninya. Kipranya dalam dunia karate tak diragukan lagi. Tak sedikit penghargaan atas prestasi yang ia raih.
Pada tahun 2016, sosok yang saat ini menjabat sekretaris pengurus cabang Lemkari Kabupaten Kepulauan Talaud ini mulai melatih para kohai di dojo Polres Kepulauan Talaud. Keseriusannya tak main-main. Pasalnya, saat ini ia sedang mengasuh 3 dojo di Kabupaten Kepulauan Talaud. Selain dojo Polres Kepulauan Talaud, 2 dojo lainnya yaitu, dojo Tarohan Fighter Club dan dojo Lemkari Yamba Lirung.
Alhasil, kerja keras yang ia lakukan membuahkan hasil. Terhitung sejak tahun 2019, sudah banyak atlet dari dojo asuhan yang diikutsertakan dalam turnamen. Mulai dari level kejuaraan di tingkat kabupaten, Provinsi hingga di luar daerah Sulawesi Utara.
Tak hanya fokus pada teknik bela diri, anak didiknya dibimbing untuk memiliki karakter yang kuat. Pria berbadan kekar ini percaya, bahwa karate bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang membentuk mental dan moral yang tangguh.

Sukses mengharumkan nama dojo dan daerah, baik di tingkat lokal maupun nasional, berbagai penghargaan yang diboyong dalam turnamen tersebut, seperti piagam, medali dan hadiah lainnya.
Meski demikian, ia selalu menekankan kepada anak didiknya bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses pembentukan karakter yang lebih penting. Agar para kohai tetap fokus, rendah hati, dan tidak mudah menyerah. Filosofi ini, menurut Bripka Feriatno, adalah kunci kesuksesan baik dalam karate maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Karate akan semakin berkembang di Bumi Porodisa. Karena sesungguhnya, kata Fherry, karate bukan hanya tentang latihan bela diri. Tetapi yang lebih utama adalah membentuk karakter, mental dan disiplin para kohai sehingga menjadi generasi yang lebih hebat dan berprestasi di masa depan.
Berkat pendekatannya yang holistik, banyak anak didiknya yang tidak hanya meraih prestasi di bidang olahraga, tetapi juga menjadi individu yang disiplin dan bertanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik kesuksesan ini, ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolres dan jajaran yang sudah memberikan dukungan. Juga kepada pengurus dojo dan orang tua kohai yang telah banyak mendukung kegiatan, baik latihan maupun dalam mengikuti berbagai event.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post