Sangihe, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyerahkan bantuan material bangunan dan pipa air bersih kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 21 Maret 2025. Penyerahan bantuan dilakukan di ruang serbaguna Kantor Bupati Sangihe, Rabu, (7/5/2025) oleh Bupati Michael Thungari didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari.
Bencana banjir dan tanah longsor akibat curah hujan ekstrem itu berdampak pada tujuh kepala keluarga yang tersebar di tujuh kampung/kelurahan di lima kecamatan. Selain merusak rumah warga, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada jaringan air bersih di Kelurahan Kolongan Beha dan satu jembatan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pananekeng.
“Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana menyalurkan bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi. Bantuan ini bukan dalam bentuk uang, melainkan material bangunan, dengan total nilai sebesar Rp25.106.000,” ujar Bupati Michael Thungari dalam sambutannya.
Thungari menyatakan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bagian dari implementasi visi-misi pembangunan Sangihe Sejahtera dan Berbudaya melalui Sapta Membara, khususnya dalam poin reformasi birokrasi pelayanan publik, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan sosial, dan pengelolaan sumber daya alam.
“Pemerintah harus hadir secara cepat, tanggap, dan tepat sasaran. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat, apalagi bagi mereka yang terdampak bencana,” kata Thungari.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Wandu Labesi, melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2025, Kabupaten Sangihe telah mengalami tiga kali kejadian bencana hidrometeorologi. Ia menegaskan bahwa bantuan ini berasal dari dana belanja tak terduga yang direkomendasikan langsung oleh Bupati sesuai Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2020.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati yang telah memberikan rekomendasi dana tak terduga untuk membantu tujuh kepala keluarga dan satu kelurahan yang jaringan airnya rusak,” ujar Wandu.
Thungari berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya sebagai langkah awal pemulihan jangka panjang. “Jadikan momen ini sebagai kebangkitan, bukan hanya fisik rumah, tetapi juga semangat dan harapan kita semua,” tutupnya.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post