Sangihe, Barta1.com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyatakan keterbukaannya terhadap kehadiran jaringan ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret untuk membuka cabang di Sangihe. Namun, ia meragukan kemampuan kedua perusahaan itu untuk bersaing dengan pelaku usaha lokal di tengah iklim bisnis yang dianggap sempit.
“Alfamart dan Indomaret, saya terbuka mereka datang ke Sangihe. Tetapi saya yakin mereka akan sulit bersaing dengan Megaria,” ujar Thungari dalam sambutannya pada peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2025.
Megaria merupakan ritel lokal yang telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun di Sangihe dan menurut Thungari memiliki keunggulan pengalaman serta pemahaman atas dinamika pasar setempat. “Profit yang bisa diambil sangat kecil. Margin kita di Kepulauan Sangihe ini terlalu sempit,” ujarnya di Papanuhung Santiago Tampunganglawo.
Thungari mencontohkan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Sangihe bahkan lebih murah dibandingkan kota besar. “Rokok dan gula masih lebih murah di Sangihe dibandingkan di Manado atau Jakarta. Itu bisa dibuktikan nanti,” kata dia.
Selain sektor ritel, Thungari juga menyinggung peluang ekspor pala melalui Toko Nangka, perusahaan yang hanya menerima pala berkualitas tinggi. Ia menyebut ini sebagai tantangan bagi Dinas Pertanian agar petani lokal menyesuaikan kualitas hasil panen.
“Tokoh Nangka hanya beli pala A. Ini membuka peluang ekspor dan akan menyerap tenaga kerja,” ucapnya.
Thungari menegaskan, keterbukaan terhadap investasi tetap diimbangi dengan perlindungan terhadap usaha lokal dan kepastian bahwa pelaku bisnis benar-benar memahami struktur ekonomi daerah.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post