• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Upaya PT Cargill-Manengkel Solidaritas Lestarikan Ekosistem Laut di Teluk Amurang

by Agustinus Hari
3 April 2019
in Daerah
0
Upaya PT Cargill-Manengkel Solidaritas Lestarikan Ekosistem Laut di Teluk Amurang
74
SHARES
251
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – PT Cargill bekerjasama dengan Manengkel Solidaritas berinisiatif memperbaiki ekosistem laut di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Jumat (5/4/2019).

Imelda Tandako, Plant Manager PT Cargill Indonesia di Amurang, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program jangka panjang perusahaan yang dimulai dari memperbaiki lingkungan laut. “Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahan terhadap masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan,” kata Imelda melalui rilis yang diterima Barta1.com, Rabu (3/4/2019).

Kata dia, dengan cara melalui kegiatan transplantasi karang akan membatu melestarikan ekosistem laut. “Sebanyak 240 bibit karang jenis genera arcopora yang telah tertanam di 20 modul transplantasi dan sudah siap disemai pada Jumat ini,” ungkapnya.

Lanjut dia, perusahaan juga akan mempersiapkan program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kapasitas dan peluang usaha mandiri yang terintegrasi dengan program dari pemerintah daerah. “Program ini juga adalah lanjutan kerjasama antara perusahaan dengan Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut dan DLH Minsel dan disponsori LSM yang bergerak dibidang lingkungan, Manengkel Solidaritas,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan ini juga akan melibatkan masyarakat setempat secara aktif untuk bersama-sama menanam bibit-bibit karang itu. “Metode transplantasi karang blok tipe meja ini, tidak hanya akan memberi manfaat untuk masyarakat di Desa Kapitu saja, tetapi harapannya bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat yang berada di area kawasan Teluk Amurang,” harapnya.

Alasan kegiatan ini, lanjut dia, dilakukan karena 40 % dari mereka menggantungkan hidupnya di pesisir dan laut sebagai mata pencaharian utama.

Senada diungkap Kepala DLH Sulut, Ir Marly E Gumalag MSi. Dia mengatakan, manfaat transplantasi karang ini kedepan dapat dirasakan oleh masyarakat karena akan terciptanya ekosistem laut yang baik, dan membuat jumlah ikan juga akan meningkat.

“Dulu orientasi program konservasi hanya mengenai satu objek saja, tanpa menimbang dampak kepada manusia yang bersentuhan dengan objek tersebut dan membuat dibeberapa tempat sering terjadi permasalahan. Untuk itu program seperti ini haruslah sesering mungkin dilakukan,” ungkapnya.

Kata Gumalag, saatnya harus melakukan konservasi. Selain berdampak bagi lingkungan, beber dia, juga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, seperti peningkatan jumlah ikan di areal tersebut sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat yang ada.

Sementara berdasarkan survei Manengkel Solidaritas di Teluk Amurang memiliki ekosistem pesisir yang lengkap. Ketua Manengkel Solidaritas Sulut, Sella Runtulalo mengatakan survei ekologi yang dilaksanakan bersama PT Cargill di perairan Desa Kapitu, ternyata mendapati adanya ekosistem pesisir yang lengkap. Ekosistem itu adalah terumbu karang, lamun dan mangrove.

“Untuk itu, kami mengidentifikasi desa tersebut (Kapitu) bisa dijadikan area rehabilitasi, karena masuk dalam area penting di sekitar Teluk Amurang,” ujarnya.

Disebutkan, ketiga ekosistem inilah merupakan kunci dari kesuburan dan keanekaragaman laut. Termasuk di dalamnya adalah memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar Teluk Amurang.

“Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga ekosistem itu sebagai kelangsungan hidup dan pelestarian lingkungan di masa depan,” paparnya.

Editor : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: imelda tandakomanengkel solidaritasPT CargillSella Runtulalo
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Ratusan Pendemo dari BEM Unsrat Menolak Golput

Ratusan Pendemo dari BEM Unsrat Menolak Golput

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Wabup Sangihe Buka TKA SD 2026, Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Infrastruktur 20 April 2026
  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026
  • Jalan Berlubang di Sulut: Keluhan Warga Menggema, Respons Diharapkan Nyata 20 April 2026
  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In