Manado, Barta1.com – Hana Y. Pomantow, salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang menjadi bagian dari beasiswa IISMA (Indonesian Internasional Student Mobility Awards) menyebut apa yang dia dapatkan selama menjalankan studi di Canberra Institute of Technology (CIT) Australia, semuanya sangat bermanfaat, Jumat (21/02/2025), ketika ditemui di Coffe Polimdo.

Kenapa bermanfaat, menurut Hana, karena penerapannya benar-benar vokasi, baik itu berkaitan dengan ketepatan waktu, pembelajaran teori dan praktek, hingga cara pendidik memberikan pembelajaran dan pembimbingan kepada mahasiswa.

“Pertama berkaitan dengan waktu, semisalnya waktu pembelajaran itu pukul 9 pagi, para dosen dan mahasiswa di Australia itu sudah ada sejak pukul 8 pagi, karena nilai menghargainya itu sangat tinggi,” ungkap Hana sembari tersenyum mengingat setiap momen yang ada.

Kemudian, penerapan vokasi itu lebih banyak diberikan pada proses pembelajaran, seperti 8 jam dalam sehari, di mana untuk teorinya hanya 1 jam, sedangkan 7 jam sisanya untuk praktek.

.
“Pada pembelajaran di Australia, saya memilih belajar tentang Kitchen (ruangan atau tempat digunakan untuk mengolah dan menyimpan bahan makanan), jadi lebih banyak diperhadapkan dengan praktek untuk membuat berbagi varian roti, sedangkan untuk menu ayam panggang itu sebulan sekali prakteknya,” tutur mahasiswa dari Jurusan Pariwisata Polimdo ini.
Sebelum membuat roti maupun makanan lainnya, kata Hana, mereka diberikan teori terlebih dahulu oleh dosennya, atau bisa diambil materinya di portal yang sudah disediakan kemudian mempelajarinya, baik di kampus maupun di rumah. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan praktek pembuatan roti, sesuai dengan rasa yang ingin dibuat.
“Ketika ada mahasiswa yang tidak mengerti apa yang diajarkan maupun materi pada portal, sebelum turun praktek, bisa bertanya langsung kepada dosen yang ada, karena dosen di Australia itu sangat friendly (mudah bergaul dan bersahabat), baik itu saat belajar di jam kelas maupun di luar kelas, dan ini yang menjadi perbedaan di Kampus Polimdo, mengingat tidak semua dosen di sini friendly dengan mahasiswanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, di Australia itu setiap hasil prakteknya diberikan kembali kepada mahasiswa untuk di bawah pulang dan itu gratis, bahkan bahan prakteknya itu lengkap dan bisa dipilih sendiri oleh mahasiswa mau menggunakan apa dalam prakteknya, tapi dalam pantauan para dosen. ” Begitu yang dilakukan selama 5 bulan di sana. Dan benar-benar pembelajarannya dapat, baik itu teori maupun prakteknya, apalagi dosennya sangat friendly.”
“Ketika kembali ke Indonesia tepatnya di Kampus Polimdo untuk melanjutkan studi, sebenarnya ada hal yang sudah terpikirkan ke depannya ketika lulus nanti, yah dengan pengetahuan yang didapatkan di Australia dan kampus Polimdo, saya ingin membuka usaha,” terangnya.
Terkait dengan masa depan IISMA
Hana Y. Pomantow sangat berharap di Pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka program IISMA ini untuk terus ada, mengingat program ini sangat baik bagi anak bangsa yang mau menempuh pendidikan di luar negeri.
“Ketika itu masih ada, bagi mahasiswa Polimdo ambil kesempatan ini sebaik-baiknya, karena beasiswa IISMA ini sangat baik, di mana kalian akan bertemu dengan orang baru, menyesuaikan dengan budaya baru, terbentuk relasi baru, hingga tentunya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang baru,” jelasnya.
Jadi, tambah perempuan berparas cantik itu, sangat disayangkan ketika hal ini ditiadakan nantinya, apalagi saat ini sudah diinformasikan terjadi efesiensi anggaran di dunia pendidikan.
“Semoga yeah dengan kondisi yang ada, program yang sangat luar biasa ini tetap ada dan berkelanjutan ke depan, tinggal kita doakan bersama,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post