Manado, Barta1.com – 38 Perguruan tinggi di Indonesia terpilih menjadi bagian dari program wirausaha merdeka di tahun 2024. Politeknik Negeri Manado (Polimdo), salah satu di antaranya.
Ketua program WMK (Wirausaha Merdeka) Polimdo 2024, Selvy Kalele SE.,MSi, melalui tim pengelola WMK Polimdo 2024, Arifmanuel Kolondam, SE., MM kepada Barta1.com, Selasa (27/08/2024) merasa bahagia dan bangga karena Polimdo terpilih untuk kali kedua.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga karena program yang sudah dirancang dapat diaplikasikan kepada mahasiswa, dalam hal ini calon peserta program sehingga dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar berbagai keterampilan, serta membagikan motivasi mereka untuk menjadi wirausaha muda yang unggul dan inovatif,” ungkapnya.
Menurut akademisi dari Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo itu menjelaskan, setelah Polimdo lulus proses seleksi, tim pelaksana saat ini sedang mempersiapkan program antara lain dengan mempersiapkan modul, dosen pengajar, membangun kerjasama dengan mentor (pelaku usaha terkemuka di Manado dan sekitarnya).
“Adapun yang disiapkan seperti mempersiapkan kegiatan dan para narasumber, serta berbagai pihak yang akan terlibat. Saat ini tim pengelola sedang melakukan rekrutmen mahasiswa, baik internal Polimdo maupun peserta dari perguruan tinggi vokasi di Sulawesi Utara dan sekitarnya,” ujarnya.

Lanjut Arif, ketika semua persiapan sudah dilakukan, kemudian tim akan berfokus pada tahapan pelaksanaan program yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 September sampai bulan Desember 2024. “Kegiatan ini nantinya akan berisikan kelas tatap muka, seminar, mentoring dengan pelaku usaha di lokasi industri, workshop dan pada akhir program akan dilaksanakan demoday di mana mahasiswa akan memamerkan/mempublikasikan produk atau ide bisnis yang telah mereka buat. Pada acara ini juga, mahasiswa akan dipertemukan dengan para investor,” ucapnya.
“Dari apa yang telah dilaksanakan nantinya, mahasiswa akan mendapatkan manfaat dan dampak yang akan dihasilkan dari program ini. Mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang terkonversi 20 SKS, serta mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas, mendapatkan pembekalan untuk bisa berwirausaha dengan berbagai materi yang ada, serta dapat kesempatan membangun jejaring dan kemitraan dengan berbagai pihak antara lain, pelaku bisnis, investor, instansi dan lain-lain,” jelasnya.
Sedangkan bagi institusi itu sendiri, kata Arif, program ini akan menunjang berbagai komponen IKU (Indikator Kinerja Utama) serta membangun reputasi institusi, terlebih khusus dalam bidang kewirausahaan. “Program ini kami rancang untuk membangun wirausahawan muda yang handal, kami harapkan program ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar, sehingga membawa dampak yang nyata bagi mahasiswa, institusi dan bagi daerah.”
“Tema yang kami angkat dalam program wirausaha 2024 ini, yakni Local Preneur sebagai representasi program yang mempersiapkan generasi muda yang memiliki motivasi dan kompetensi berwirausaha, serta memiliki semangat membangun daerah. Selain itu, kami sangat berharap program ini bisa berkelanjutan sehingga akan semakin banyak peserta untuk bisa merasakan manfaat dan dampak dari program ini,” terangnya sembari menyebut salah tim yang tergabung, yakni Randy Wangary, SE., MSA, selaku pengelola WMK Polimdo 2024.
Ketika ditanya proses apa saja dilakukan, ketika bisa lulus WMK tahun 2024. Arif kembali menjelaskan bahwa banyak tahapan yang dilakukan, salah satunya penyusunan proposal, penyusunan strategi pelaksanaan program, penyusunan silabus/ kurikulum dan proses pembelajaran, serta harus melewati proses seleksi dari kementerian.
“Selain itu, kami juga melakukan research agar bisa menciptakan program yang mampu memberikan keterampilan yang relevan, yang dibutuhkan mahasiswa. Perancangan program WMK 2024 ini juga telah melalui proses evaluasi WMK 2023, sehingga program tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post