Manado, Barta1.com — Tak hanya masyarakat pesisir Manado Utara yang geram dengan proyek penimbunan pantai di kawasan itu. Nyatanya, sesepuh dari Pulau Bunaken juga berniat menghadang reklamasi ini.
“Reklamasi membawa problem besar bagi warga Bunaken, ke depan bila proyek ini dipaksakan kami khawatir akan semakin mengancam taman laut yang selama ini menjadi andalah pariwisata Manado,” cetus Ones Djurian, salah satu tokoh masyarakat Pulau Bunaken, Kamis (18/07/2024).
Sudah banyak penelitian berbasis lingkungan yang menyebut reklamasi bisa merusak ekosistem karang yang terbentuk di bawah laut Bunaken. Bila ke depan kawasan penimbunan pantai bertambah artinya kerusakan yang terjadi akan semakin luas.
Padahal menurut Ones, selama ini Bunaken dikenal hingga ke mancanegara karena keindahan koral bawah laut yang indah dan tak ditemukan di lautan lain. Bahkan dia mengingat, dulu Pangeran Benhard dari negeri Belanda sempat melakukan aktivitas penyelaman di taman laut itu dan terkagum-kagum dengan keindahannya.
“Saya heran mengapa pihak-pihak terkait baik itu pemerintah maupun pengembang mau membangun sesuatu yang akibatnya hanya menimbulkan kerusakan fatal di Bunaken, padahal mereka paham kalau pendapatan masyarakat sangat mengandalkan sektor pariwisata,” cetus lelaki bervokal bariton yang pernah kondang di era 70-an dan dikenal sebagai penyanyi bersuara emas.
Langkah menghadang reklamasi akan dia ambil. Pertama Ones menyebut bakal menggalang kekuatan masyarakat dan pelaku industri pariwisata. Kedua, saat kekuatan menyatu, mereka akan berupaya menemui calon presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan meminta agar penimbunan laut Manado Utara dibatalkan demi rakyat.
“Pada akhirnya langkah itu akan kami ambil sebagai upaya mencegah reklamasi, untuk mempertahankan eksistensi taman laut Bunaken dan untuk menjaga perekonomian warga Bunaken sendiri,” tegas dirinya. (*)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post