• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Mei 12, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Jaga Laut Manado Utara, Warga Ajak Pemerintah Adil Lindungi Nelayan dan Alam

by Agustinus Hari
13 Juli 2024
in News
0
Jaga Laut Manado Utara, Warga Ajak Pemerintah Adil Lindungi Nelayan dan Alam

Festival Masyarakat Pesisir dan Kepulauan: Reklamasi Bukan Solusi serta diikuti oleh seluruh nelayan tradisional dari kawasan Manado Utara, Sabtu (13/7/2024). (foto: agust/barta1)

0
SHARES
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan wilayah laut Manado Utara. Lihat saja, Sabtu (13/7/2024) telah diadakan Lomba Memancing di Pantai Karangria, Kecamatan Tuminting, Manado. Lomba ini merupakan rangkaian kegiatan dari Festival Masyarakat Pesisir dan Kepulauan: Reklamasi Bukan Solusi serta diikuti oleh seluruh nelayan tradisional dari kawasan Manado Utara.

Lomba memancing yang diikuti secara antusias oleh banyak nelayan tradisional membuktikan bahwa ekosistem laut di wilayah Manado Utara masih eksis dan bertahan hingga kini. Salah satu penasihat nelayan Daseng Karangria sekaligus panitia Lomba Memancing, Vecky, menunjukkan beberapa
hasil tangkapan nelayan seperti ikan snop/barracuda yang banyak ditemui tidak jauh dari pantai hingga ikan-ikan yang hidup di batu karang. “Jadi, torang mo pangge samua yang bilang kalo perairan Manado Utara so nyanda ada ikang dan karang, marijo mangael sama-sama deng torang di sini.”, ujarnya.

Tim Scientific Exploration yang diinisiasi oleh Asosiasi Nelayan Tradisional (ANTRA), Perkumpulan Kelola, KIARA, akademisi, dan komunitas penyelam bahkan berhasil mengidentifikasi ragam biota laut mulai dari yang umum dikonsumsi masyarakat seperti ikan tude, ikan karang/batu seperti goropa, tindarung (ikan layar), ikan pari (nyoa), bobara (ikan kuwe), dan beragam ikan yang hidup di zona neritik, hingga spesies langka dilindungi oleh undang-undang seperti penyu dan ikan hiu (gorango).

Namun kini, kawasan pesisir Manado Utara menjadi target dari proyek reklamasi sebesar 90 ha yang dilakukan oleh PT Manado Utara Perkasa (MUP). Total luas kawasan reklamasi yang dinamai Boulevard II ini diperkirakan tiga kali lipat lebih besar dari kawasan Boulevard Megamas, meliputi 6 kelurahan di Kecamatan Tuminting untuk pembangunan pusat bisnis dan pariwisata.

Akan tetapi, proyek ini diragukan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. “So ada riset yang menunjukkan bahwa dampak ekonomi dari proyek reklamasi di Kota Manado selama ini nyanda sebanding dengan kerusakan lingkungan dan penurunan tingkat kesejahteraan nelayan tradisional. Jadi menurut torang, reklamasi ini tidak sejalan dengan cita-cita Walikota Andrei Angow menjadikan Manado Maju & Sejahtera voor samua.”, tambah Vecky.

Di saat bersamaan, warga yang telah turun temurun bermukim di 6 kelurahan area rencana reklamasi juga mengajak pemerintah Kota Manado untuk menaati amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 yang mengakui dan melindungi wilayah tangkap tradisional. “Kalau ini laut dorang mo timbun, torang pe tampa mancari justru so mo ilang karna so jadi daratan, biar mo bilang kase tambatan perahu, beda skali dengan pante sekarang. Di pinggir-pinggir pante bagini ngoni kira nda ada ikang? Dari kita pe opa dulu sampe sekarang, hasil laut so cukup voor kebutuhan torang di rumah hari-hari.” ucap Johanes salah satu nelayan tradisional di wilayah Manado Utara.

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: lautmanado utaraPantai Karangriareklamasireklamasi manado utara
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Saat James Tuuk mempertanyakan izin dari toko Indomaret. (foto: meikel/barta)

20 Franchise Indomaret Tak Berizin, James Tuuk Tantang Kapolda Mengungkap Kasus

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Donald Sambuaga Terpilih Ketua FPTI Manado Periode 2026–2030: Jabatan Adalah Amanah Bersama 12 Mei 2026
  • Louis Carl Schramm Soroti Kekurangan Guru SMA/SMK hingga SLB, Sulut Usulkan 1.100 CPNS 11 Mei 2026
  • DPRD Sulut Soroti Roadmap Pendidikan, Dinas Pendidikan Paparkan Realisasi Anggaran 2026 11 Mei 2026
  • Muslimah Mongilong, Selamatkan Wajah PDI Perjuangan di RDP Komisi IV DPRD Sulut 11 Mei 2026
  • Viral Foto Kajati Sulut-Tonsu Pasca Penetapan Tersangka Bupati Sitaro, Ini Kata Asintel 11 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In