• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Medan Ekstrim dan Cantigi, Cerita Victori Ricky Stery Weku di Gunung Ambang

by Meikel Eki Pontolondo
22 April 2024
in Edukasi
0
Victori Ricky Stery Weku saat berada di Gunung Ambang. (Foto: istimewa)

Victori Ricky Stery Weku saat berada di Gunung Ambang. (Foto: istimewa)

0
SHARES
134
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado,Barta1.com – Beberapa Gunung di Sulawesi Utara  memiliki medan yang ekstrim. Salah satunya Ambang, Gunung berapi yang secara administrasi berada di antara Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan itu, memiliki ketinggian 1.795 M.

Salah satu pendaki Sulawesi Utara,  Victori Ricky Stery Weku menyebut,  medan dari kaki Gunung Ambang itu sangat landai, kemudian sepanjang jalur pendakian sampai pintu rimba dihiasi oleh perkebunan warga. Namun, menuju puncak tringulasi itu sangat ekstrim.

“Saya dan teman-teman melakukan pendakian melalui jalur di Desa Bongkudai, Boltim (Bolaang Mongondow Timur).  Gunung satu ini, tidak memiliki pos yang pasti, seperti kebanyakan Gunung, tapi setiap perjalanan menuju Basecamp mata angin banyak tempat untuk  beristirahat,” ungkap Ricky kepada Barta1.com Senin (22/04/2024).

Selain bisa melihat perkebunan warga dan hutan yang asri, kata Ricky, setiap pendaki akan menemukan  buah cantigi di Gunung Ambang. Buah tersebut,  bisa dimakan dan bisa menghilangkan rasa haus bagi setiap pendaki.

“Bentuk buah cantigi ini seperti blueberry, tetapi bentuknya lebih kecil, dan untuk melihat buahnya masak atau tidak, bisa  dilihat dari warna buahnya, yakni unggu kehitaman (sudah masak).”

“Akan tetapi, selama pendakian kemarin, kami tidak melihat  satu pun hewan, tetapi Gunung Ambang sesuai dengan apa yang saya pelajari, ada beberapa hewan di dalamnya, seperti Kuskus beruang, Yaki Sulawesi, Anoa dan Tarsius. Mungkin kami saja, yang belum ada kesempatan bertemu dengan beberapa spesies ini,” tutur pemuda kelahiran Manado, 5 September 1995 itu.

Setiap Gunung yang dikunjungi, tentunya ada yang harus dilihat dan dipelajari, yakni  kekayaan flora dan faunanya. Selain itu,  menikmati keindahan alam secara menyeluruh, ketika berada di puncak pegunungan.  “Kindahan pada Gunung Ambang tidak bisa saya sampaikan dengan kata-kata, tetapi keindahannya tanpa adanya kabut, seperti melihat pegunungan di negara Swiss,” singkat Ricky sambil tersenyum.

“Jika ditanya kesulitan apa yang didapatkan selama pendakian di Gunung Ambang, menurut saya  kesulitan saat melakukan perjalanan ke puncak tringulasi. Karena  perjalanan untuk mencapai puncaknya, dari Basecamp mata angin memakan waktu 1 jam, dan itu tergantung kecepatan dari masing-masing pendaki, jika perjalanannya santai mungkin bisa mencapai 2 jam. Untuk  keseluruhan perjalanan kami dari kaki Gunung sampai ke puncak Ambang, mencapai 4 jam,” jelasnya.

Dari medan yang ektrim, kemudian ada beberapa tumbuhan yang bisa ditemukan dan dimakan, bahkan setiap pendaki bisa melihat dan menikmati  keindahan alam dari Gunung Ambang ini. Dari semuanya itu, tambah Ricky, ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh setiap pendaki, yang pertama pastinya jangan membuang sampah sembarangan, dan harus membawa kembali sampahnya turun.

“Selain dilarang membuang sampah, kedua jangan terlalu ribut saat berada di jalur pendakian, jika ribut perjalanannya akan tertutup dengan kabut. Percaya tidak percaya apa yang saya sampaikan ini, teman-teman boleh datang dan mencobannya,” terangnya.

Sebenarnya dalam melakukan pendakian itu, setiap pendaki itu adalah tamu, yang seharusnya bersikap sopan dan tidak melakukan perusakan, maupun keributan di Gunung. “Sebaliknya dalam pendakian ini, setiap pendaki, termasuk saya sendiri  bisa mendapatkan pembelajaran bagaimana bersikap saling menolong, menjaga dan melindungi satu dengan yang lainnya, dan ini sangat penting dalam kehidupan kita,” imbuhnya.

“Saya mengenal dunia yang memberikan banyak pembelajaran ini sejak tahun 2014, akan tetapi, sampai saat ini saya belum mengetahui kenapa harus menyukai dunia pendakian ini. Mungkin saja yeah, ada darah dari almarhumah ibu saya, di mana  almarhumah sebelum melahirkan saya, menurut cerita kerabat terdekat pernah ke puncak Gunung Soputan, dan Ayah saya juga memiliki hobi berpetualangan di hutan, mungkin darah mereka mengalir ke saya,” tambah Ricky sembari menyebut beberapa Gunung yang sudah didaki, seperti Puncak Soputan, Lokon, Payung, Tampusu, Mahawu, Ambang dan Gamkonora.

Ia menambahkan, dalam dunia pendakian juga mendatangkan  relasi pertemanan dengan orang baru, kemudian dapat meningkatkan kebersamaan dan ketenangan bagi setiap pendaki. “Dan setiap orang bisa menuju Gunung Ambang ini. Hanya menggunakan kendaraan roda 4 maupun 2, bisa sampai. Kemudian untuk materinya (uang), kami  menghabiskan  sebesar Rp 200.000 sampai Rp. 300.000, itu sudah mencakup logis yang akan di bawah ke Basecamp sampai puncaknya,” pungkasnya. (*)

 

Peliput: Meikel Pontolondo

 

 

 

Barta1.Com
Tags: bolaang mongondowGunung Ambangminahasa selatanPendaki SulutVictori Ricky Stery Weku
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Foto: Dr. Hendrik Manossoh, SE., Msi. (Dok. Istimewa)

Dr. Hendrik Manossoh, Tokoh Nusa Utara Dari Trah Raja-raja Sangihe

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Semarak Peringatan 63 Tahun Integrasi Papua di AMN Dipimpin Rektor Unsrat dan Kolonel Jacobus 2 Mei 2026
  • HUT ke-17 IKA Polimdo: Menebar Kepedulian, Menghidupkan Kasih di Setiap Langkah 2 Mei 2026
  • Supriyadi Pangellu: Pak Gubernur, Evaluasi Dulu Kinerja Calon Sekprov! 2 Mei 2026
  • Pemkot Kotamobagu Sebut Perda APBD 2026 Sudah Lolos Evaluasi Gubernur 2 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Gelar Layanan Terpadu di Pulau Kalama 2 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In