Sangihe, Barta1.com – Gunung Awu, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, berstatus siaga. Dari keterangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Badan Geologi, tertanggal 16 April 2024.
Sehubungan dengan tingkatan level III (Siaga) Gunung Awu ini, maka ada 5 rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung/wisata Sangihe agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius 5 km dari pusat kawah Gunung Awu.

Kemudian, meminta masyarakat untuk mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi, melalui pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Awu, dan mengikuti arahan dari instansi yang berwenang, yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.
Selanjutnya, informasi aktivitas vulkanik Gunung Awu dapat diperoleh melalui pos PGA Gunung Awu di Jl. Radar Kp. 116 Tahuna, kelurahan Apengsembeka, kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe atau pusat vulkanologi dan mitigasi bencana Geologi di Bandung.
Selanjutnya, BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe senantiasa berkoodinasi dengan pos PGA Gunung Awu dalam memantau perkembangan aktivitas Gunung Awu.
Berikutnya, informasi mengenai aktivitas Gunung Api, gempa bumi, dan gerakan tanah di Indonesia dapat diperoleh melalui aplikasi /website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.go.id), dan media sosial PVMBG (facebok, Twiter, dan Instagram pvmbg_
Dari pengamatan Visual, Gunung api terlihat jelas tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angina lemah hingga sedang kea rah selatan, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 23-32C.
Sedangkan pengamatan instrumental, dalam 2 minggu terakhir kegempaan Gunung Awu didominasi oleh Gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam. Rincian kegempaan selengkapnya, yaitu terekam 1 kali gempa low frequency, 284 kali gempa vulkanik dankal, 71 kali gempa vulkanik dalam, 14 kali gempa tektonik lokal dan 252 kali gempa tektonik jauh. (*)
Penulis: Meikel Pontolondo


Discussion about this post