• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

GPS dan PERLUDEM : Hasil Temuan Pemantauan Program Perlindungan Perempuan di Dinas DP3A Sulut

by Meikel Eki Pontolondo
3 April 2024
in Edukasi
0
Pamflet GPS (foto: (Istimewa)

Pamflet GPS (foto: (Istimewa)

0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Gerakan Perempuan Sulut (GPS) bekerjasama dengan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) melaunching temuan hasil pemantauan program perlindungan perempuan  di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara, melalui audit sosial. Pemantauan ini dilakukan sejak bulan November 2023 – Februari 2024.

Menurut keterwakilan GPS Nurhasanah, tujuan dari audit sosial ini adalah  untuk melihat relevansi perencanaan dan implementasi kebijakan dalam menjawab persoalan pada kelompok marjinal terdampak dalam hal ini perempuan dan perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Berikunya untuk melihat relevansi output dan dukungan anggaran dari program perlindungan perempuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dalam menjawab permasalahan isu perempuan, termasuk kekerasan terhadap perempuan. Selanjutnya untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah terhadap aspek perencanaan dan implementasi kebijakan berdasarkan temuan hasil pemantauan.

“Dari hasil pemantaun itu didapati temuan seperti  minimnya pelibatan publik termasuk media dalam proses perencanaan pembangunan daerah berdampak besar pada hasil yang dicapai.  Kegiatan yang direncanakan tidak menghasilkan output, yang dibutuhkan oleh penerima manfaat,’ ungkapnya.

Lanjut Nurhasanah, tidak adanya data atau informasi yang langsung disampaikan ke publik, sehingga  mengakibatkan tidak ada penyelesaian pemasalahan yang dialami oleh kelompok sasaran, seperti biaya Visum et Psikiatrikum yang masih berbayar dengan tenaga prikiater yang terbatas hanya 2 orang, kemduian biaya rawat inap akibat dari kekerasan yang dialaminya yang masih ditanggung oleh korban, belum ada rumah aman yang representative sesuai dengan kebutuhan  korban.

“Pelibatan selama ini hanya pada kegiatan konsultasi publik penyusunan RKPD Provinsi dengan waktu yang terbatas dan peserta yang banyak. Apalagi dengan adanya aplikasi Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPD) terkesan hanya formalitas saja,” tegasnya.

Kepala UPTD PPA Provinsi Sulut, Marsel Silom, menyebut ada empat aspek yang bisa diukur untuk melihat kualitas layanan korban, yakni kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia, ketersediaan anggaran, sarana dan prasarana serta  mekanisme atau aturannya. Empat aspek tersebut masih rendah dengan tingginya kasus yang ditangani sehingga berdampak kepada ketidakpuasan korban.

Pantauan terkait anggaran yang tertata saat ini, kembali Nurhasanah, mengatakan jika dilihat secara besarannya memang cukup besar, namun dilihat dari rincian pembiayaan yang dikeluarkan untuk mendukung pelayanan yang diberikan kepada korban justru jauh lebih besar dari biaya pemenuhan layanan untuk korban itu sendiri.

“Sesungguhnya Ini bukan sebuah temuan penyelewengan, tapi biaya-biaya yang memang harus dikeluarkan, namun itu seharusnya diluar dari anggaran yang dikhususkan untuk program perlindungan perempuan,” singkatnya.

Akhir dari pemantauan audit sosial ini ada rekomendasi yang bisa dijadikan acuan bagi pihak-pihak terkait sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyuarakan aspirasi.

“Rekomendasi yang dihasilkan antara lain pelibatan publik harus benar-benar dilakukan secara serius sejak dari proses perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi, sehingga program-program yang akan dijalankan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.’

Kemudian, komunikasi yang efektif antara legislatif dan eksekutif harus sejalan terkait peran dan kewenangan dalam melihat sudut pandang yang sama untuk isu perlindungan perempuan, sebagai isu prioritas yang seharusnya dijabarkan dalam pokok-pokok pikiran. Sehingga besaran anggaran yang disediakan sesuai dengan kebutuhan untuk pemberian layanan yang komprehensif kepada korban.

“Pemanfaatan digitalisasi pada tahap perencanaan dan implementasi harus didesain khusus agar masyarakat secara umum dapat mengakses dan menyampaikan aspirasinya secara langsung di manapun dia berada. Pelibatan media sejak pada tahapan penyusunan perencanaan pembangunan hingga pelaksanaan sangat penting sebagai bentuk keterbukaan informasi publik sekaligus untuk control social,” pungkasnya. (*)

 

Peliput: Meikel Pontolondo

 

 

Barta1.Com
Tags: DP3Agerakan perempuan sulutnurhasanahperludem
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Suasana seminar nasional yang dilaksanakan Dewan Energi Mahasiswa Sulut di Kampus Faultas Teknik Unsrat Manado. (foto: DEM Sulut)

Seminar Nasional DEM Sulut Bahas Transisi dan Sumber Energi Bersih

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Jaga Populasi Ikan Langka, KKP Lepasliarkan 1.300 Ekor Cheilinus Undulatus 10 Juni 2026
  • Donor Darah Rutin, Wujud Nyata Kepedulian KSR PMI UPT Polimdo 10 Juni 2026
  • PBM – MB, Jurusan Teknik Elektro Polimdo Bawa Energi Hijau ke Permukiman Warga 10 Juni 2026
  • DPRD dan Polda Sulut Perkuat Pengawasan BBM Subsidi 10 Juni 2026
  • DPRD dan Pemprov Sulut Tuntaskan Penyempurnaan RTRW 10 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In