Manado, Barta1.com – Memasuki 2024, kedai kopi Bungkoez makin berkembang dan diminati masyarakat Kota Manado. Terutama para kawula muda.
Terlihat pada beberapa bulan terakhir kedai kopi Bungkoez ini tidak pernah sepi dari pengunjungnya. Ini disebabkan, oleh tempatnya yang cozy dengan dekorasi kekinian bernuansa retro–vintage, serta menu makanan dan minuman yang bervariasi dengan harga terjangkau.
Kedai Kopi Bungkoez kian mendapatkan sorotan masyarakat Kota Tinutuan, sebagai destinasi tongkrongan untuk melepas penat bersama teman-teman dan keluarga, maupun untuk sekedar chill out.
Perkembangan ini merupakan buah tangan dingin dari para pemilik Bungkoez, di mana sebelumnya dikelola oleh Firman Daud ketika masih bertempat di Jalan W.R. Supratman, Kelurahan Komo Dalam, Kecamatan Wenang, kemudian dikelola oleh Indra Irot ketika berpindah di Jalan Santo Yoseph, Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang.
Indra yang juga berlatar belakang musisi itu, membagikan perjalannya selama mengelola kedai kopi yang sedang hype di kalangan Milenial dan Gen Z tersebut.
“Saya sekarang lebih fokus di kedai ketimbang musik. Karena saat ini saya sudah bisa menikmati royalti dari lagu-lagu yang saya rilis, maupun dari beberapa artis yang saya garap. Sementara kedai harus sering saya kontrol,” ungkapnya.
Indra juga menambahkan, bahwa salah satu motivasinya dalam berbisnis, yakni bisa turut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Adapun menu makanan dan minuman yang tersedia di Bungkoez, masih mempertahankan format lama di tempat sebelumnya. Sedangkan untuk harganya makin terjangkau, karena target marketnya lebih ke mahasiswa. Apalagi lokasi yang baru berada di seputaran wilayah Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
“Selain menjadi tempat nongkrong, di sini kami memberi ruang kreatifitas bagi siapapun yang mau mengadakan event dengan skala yang disesuaikan dengan luas area. Baik itu mini konser, thrifting, dan lain-lain,” tambah Indra.
Setelah sukses dibuka di Kelurahan Komo Dalam, penyebab Bungkoez dipindahkan di Kelurahan Kleak karena periode sewa bangunan yang sudah selesai dan tidak diperpanjang.
Di tempat yang baru, kontrak bisnis pun terjalin antara Firman dan Indra. Kini sebagian besar saham Bungkoez yang baru dimiliki oleh Indra, sedangkan Firman bertolak ke Biak, Papua untuk melebarkan sayap Bungkoez di sana. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post