Manado, Barata1.com – Galeri Investasi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menjadi salah satu icon (objek) dari setiap pengunjung, baik itu pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri.
Belum lama ini juga, Ketua Senat Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, ketika diwawancarai mengatakan Polimdo luar biasa, setelah melihat galeri investasi Polimdo.
“Di sini (Galeri Investasi Polimdo) terlihat mahasiswa bisa melayani pelanggan dengan baik, dan menjadi seorang entrepreneurship, serius ini sangat luar biasa,” ungkap Sri.
Sebenarnya ini yang harus diharapkan, lanjut Sri, ini sangat luar biasa. “Hari ini, saya membeli krepek kelapa dan ikan, singkatnya.
“Bagi mahasiswa yang dipercayakan untuk mengelola galeri investasi Polimdo ini teruslah berjuang, karena masa depan Indonesia berada di tangan adik-adik semua, sebagai generasi emas,” ujarnya.
Bahkan Wakil Kepala Humas SMA N. 8 Manado, Dalvian Taroreh, S.Pd.,M.Si, ketika melihat-lihat galeri investasi Polimdo. Dirinya menyebut, ini sangat baik dan akan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah.
“Ini yang akan saya perlihatkan nantinya kepada kepala sekolah, mungkin bisa dibuat juga di sekolah galeri seperti ini. Ini sangat menginspirasi.”
Sedangkan Ketua Jurusan Adiministrasi Bisnis Polimdo, Juliet Makinggung, SE., MSi saat diwawancarai, Rabu (21/01/2024) mengatakan. “Galeri investasi di kampus Polimdo ini merupakan laboratorium terintegrasi, jadi di dalam situ ada 2 laboratorium, yakni laboratorium galeri investasi pasar modal yang di dalamnya bisa belajar pergerakan pasar modal, seperti saham dan itu bekerja sama dengan bursa efek Indonesia atau BEI, dan bekerja sama dengan Sekuritas melalui produk aplikasi investasi IPOT (Indo Primer Online Technology),” jelasnya.
Di galeri investasi, kata Juliet, anak-anak juga diajarkan menjadi pelaku pasar modal, di mana mereka bisa mengenal dunia pasar modal yang lebih luas, yang di dalamnya ada sekian banyak perusahaan dari negara-negara luar.
“Kemudian, kami juga memiliki laboratorium galeri investasi bisnis. Untuk galeri investasi bisnis, di mana anak-anak diperkenalkan bagaimana mendesain sebuah usaha, jadi usaha yang ada itu terdapat produk-produk, di mana produk tersebut sebagian besar hasil karya dari mahasiswa Polimdo,” tuturnya.
Ia menambahkan, setiap karya mahasiswa yang menjadi bagian dari galeri investasi bisnis, merupakan karya mereka sendiri, baik mendesaian maupun memproduksinya. Dan mereka juga bisa mengambil produk dari luar untuk ditempatkan di galeri bisnis ini, guna menambah pendapatannya secara pribadi.
“Dalam galeri investasi ada produk dari UMKM (Usaha mikro kecil dan Menengah) yang merupakan binaan dari kampus Polimdo, khususnya Jurusan Administrasi Bisnis. Jadi, UMKM binaan kita produknya masuk di galeri investasi, demikian juga produk dari mahasiswa itu sendiri,” ucapnya.
Menurutnya, di galeri investasi itu juga mahasiswa diajarkan untuk mengelola bisnis, di mana mahasiswa melakukan praktek di dalam galeri tersebut.
“Mahasiswa yang praktek di galeri investasi itu akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana mengatur sumber daya manusia, penataan stafnya, demikian juga mereka belajar mengelola keuangan kas masuk dan keluar, begitupun dengan aspek pemasaran. Bagaimana juga, mereka mencari pasar menggunakan media sosial yang ada dan mencari supplier (pihak penjual),” kata Juliet.
Bukan itu saja, tambah Juliet, bahkan bagaimana mahasiswa memprediksikan rantai pasok yang ada, kemudian bagaimana melakukan pengembangan usahanya, semuanya dapat mereka pelajari di galeri investasi ini.
“Berharap ke depannya galeri investasi ini benar-benar sepenuhnya menjadi bisnis, di mana di dalamnya anak- anak bisa belajar mengelola bisnis secara profesional. Walaupun demikian, namanya untuk saat ini teaching factory, jadi masih banyak pembenahan-pembenahan, tapi yang menariknya ketika anak-anak masuk di galeri investasi pasar modal maupun bisnis, pastinya mereka menemukan masalah-masalah dan diajarkan untuk mencari solusinya,” terangnya.
Kemudian, jika mahasiswa ini turun ke perusahaan nantinya sudah punya standar, di sini juga mereka diberi kesempatan untuk melakukan analisis terhadap usaha dan bagaimana menetukan strategi apa yang akan dicapai. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post