• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Dengan ‘Botak’ Pemkot Bogor Terus Bergiat Kendalikan Sampah Plastik

by Ady Putong
11 November 2023
in News
0
Perwakilan Pemkot Bogor bicara di iven SIEJ mengenai upaya memerangi sampah plastik. (foto: SIEJ)

Perwakilan Pemkot Bogor bicara di iven SIEJ mengenai upaya memerangi sampah plastik. (foto: SIEJ)

0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Barta1.com — Plastik semakin hari semakin tinggi volume penggunaannya. Jika tidak ditangani, atau hanya dibiarkan menjadi sampah, akan menyebabkan permasalahan bagi lingkungan dan manusia.

Seperti diketahui, sampah plastik sulit terurai oleh proses alam (non-biodegradable), dan merupakan salah satu pencemar xenobiotik (pencemar yang tidak dikenal oleh sistem biologis di lingkungan mengakibatkan senyawa pencemar terakumulasi di alam).

Wakil Walikota Bogor, Dedie Abdu Rachim menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya dalam menangani permasalahan sampah plastik. Salah satunya melalui gerakan “Bogor Tanpa Kantong Plastik,” atau yang disingkat “Botak”.

Hal itu disampaikan Dedie dalam konferensi “Narasi, Inspirasi dan Kebijakan Dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Perkotaan”, salah satu agenda Green Press Community yang diadakan oleh Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (The Society of lndonesia Environmental Journalists/SIEJ) di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (9/11).

Di awal penerapannya, Dedie mengaku gerakan tersebut sempat menuai sejumlah penolakan dari swalayan modern, perusahaan plastik, serta masyarakat yang memang selama ini enggan dibuat ribet dengan permasalahan kantong belanja.

Padahal, kata dia, gerakan Bogor Tanpa Kantong Plastik tersebut telah siap untuk diimplementasikan, usai Pemkot menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 61 Tahun 2018 tentang Bogor Tanpa Kantong Plastik.

“Mengubah ini memang tidak mudah, butuh proses. Jadi memang pada saat itu semua dilibatkan, toko-toko modern juga dilibatkan. Disampaikan semua regulasinya,” kata Dedie.

Namun berkat komunikasi dan koordinasi dengan para stakeholder, gerakan yang bermuara pada pengendalian sampah plastik tersebut sampai saat ini masih bisa terus berjalan.

Selain melalui gerakan tersebut, pihaknya juga melakukan upaya pengolahan sampah plastik dengan menggandeng World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah konservasi, penelitian, dan restorasi lingkungan.

“Sebetulnya ini bukan hal baru itu, di kota lain juga ada. Tapi kita ingin membuat sirkular ekonominya agar lebih menarik,” ucap Dedie.

Sehingga nantinya, sampah-sampah yang ada di Bogor dimanfaatkan menjadi papan balok yang tentu akan membawa manfaat ekonomi yang lebih besar.

Adapun sejauh ini, baru ada satu TPS di Bogor yang telah menerapkan pengelolaan sampah plastik, yakni TPS Mekar Wangi. Karenanya, Dedie menantang WWF untuk memberikan pendanaan guna memperluas pengelolaan sampah plastik di TPS lain di Bogor.

“Memang kita punya 27 TPS, tapi belum semua seperti ini, dan ini jadi tantangan WWF,” tuturnya.

Green Press Community merupakan ajang perdana yang diorganisasi oleh Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (The Society of Indonesian Environmental Journalists/SIEJ) guna menghimpun ide dan memantik gerakan bersama untuk melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.

Berlangsung sejak Rabu (8/11), GPC menghadirkan berbagai learning session, talk show, dan konferensi yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pers, organisasi non-pemerintah, dan mahasiswa. (*)

Editor: Ady Putong

Barta1.Com
Tags: bogor tanpa kantong plastikGreen Press CommunityPemkot Bogorsiej
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Irfan Pulungan bicara soal visi misi pasangan Anies-Muhaimin dalam mengatasi persoalan lingkungan di Indonesia saat iven Green Press Community yang digagas SIEJ. (foto: SIEJ)

Pasangan Anies-Muhaimin Janji Tangani Persoalan Lingkungan di Indonesia

Discussion about this post

Berita Terkini

  • PLN dan KESDM Alirkan Listrik Gratis bagi 968 Keluarga Prasejahtera di Banggai Bersaudara 7 Mei 2026
  • PLN UID Suluttenggo Sasar Desa Pulutan Talaud, Sambung Listrik Gratis untuk Warga Prasejahtera 7 Mei 2026
  • PLN UID Suluttenggo Salurkan Bantuan Sosial dan Perkuat Potensi Wisata Kreatif di Tolitoli 7 Mei 2026
  • BPS: Kepulauan Sangihe Tunjukkan Kinerja Gemilang, Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan 7 Mei 2026
  • Sangihe Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Desa Jadi Ujung Tombak Statistik 7 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In