Manado, Barta1.com – Sebuah gedung tak akan indah tanpa taman yang dihiasi oleh beragam tanaman yang mekar. Indahnya sebuah taman pasti ada peran manusia di dalamnya.
Peran itu juga dilakukan Susan Metusala. Perempuan kelahiran Sangihe 29 November 1974 atau 48 tahun silam itu menikmati pekerjaannya sebagai perawat taman di Gedung DPRD Sulut.
Dengan menggunakan perlengkapan seadanya seperti gunting, parang, sapu, karung dan ember, Susan Metusala terlihat menikmati pekerjaannya, baik itu memotong bunga yang sudah mengembang, menyiram bunga, kemudian mencabut rumput. Seperti itu seterusnya dikerjakan setiap bulannya.
Istri dari Espener Manutu ini, mensyukuri pekerjaan yang dirinya lakukan. “Saya merasa senang dengan pekerjaan ini karena kebutuhan,” ungkapnya kepada Barta1.com, Jumat (24/3/2023).
Dirinya menyebut gajinya per hari Rp 70 ribu dan nanti diambil setiap bulannya. Hasil dari gaji ini disisipkan untuk biaya kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah dan ditabung. “Biar gaji saya kecil tapi pimpinan yang memberikan pekerjaan ini sangat baik. Pimpinan kami namanya Nofi, dia dari Jawa. Kenapa saya menyebut dia baik karena setiap kesusahan yang didapatkan oleh pekerja taman selalu dibantunya,” terangnya.
“Banyak pimpinan yang memberikan gajinya besar kepada bawahannya, tetapi belum tentu memperhatikan kesusahan dialami bawahannya,” ucap Metusala sembari menyebut dirinya sudah 8 tahun menjadi perawat taman.
Makanya, ibu tiga anak ini mensyukuri pekerjaan yang ditekuni saat ini karena sangat membantu kehidupan keluarganya. “Intinya dari pekerjaan kami ini adalah taman yang indah dan bisa membuat pemandangan yang baik di mata pimpinan dan anggota DPRD Sulut serta staf, dan pengunjung di Gedung DPRD Sulut,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post