Manado, Barta1.com – Setiap orang memiliki hobinya masing-masing. Begitu pun dengan Vanesa Firginia Weol. Perempuan kelahiran Lansot, 13 Mei 2002 ini, memiliki hobi menulis. Firginia menulis terkait aktivitas yang ia lakukan setiap harinya, baik itu di rumah, perkuliahan, lingkungan pertemanan hingga kisah percintaannya.
Selain suka menulis, mahasiswi Politeknik Negeri Manado ini juga memiliki cita-cita menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan nantinya. “Iya, saya ingin menjadi seorang sekretaris ketika lulus,” singkatnya.
“Saya berkeyakinan suatu saat nanti, saya akan menjadi seorang sekretaris bahkan lebih. Karena apa, karena saya dilatih di Politeknik Negeri Manado, khususnya di Jurusan Administrasi Bisnis (AB), Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis sebagai seorang pekerja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Politeknik Negeri Manado menerapkan pendidikan vokasi, dimana prakteknya 60%. Sedangkan, teorinya 40%. “Sejak SMK saya ambil jurusan perkantoran. Dan ketika lulus, saya masuk Jurusan AB Politeknik Negeri Manado. Dan pengetahuan yang saya dapat secara spesifik itu, ada di Politeknik Negeri Manado,” terangnya.
“Kami dituntut untuk benar-benar terampil, bersaing di dunia industri. Kemudian, didorong untuk menjadi wirausaha sejak kuliah. Itulah, Politeknik Negeri Manado terhadap mahasiswanya,” ucap anak pertama dari tiga bersaudara pasangan, Kristian Weol dan Astri Oroh.
Bukan itu saja, pengajaran terkait attitude juga ditekankan dalam kehidupan mahasiswa. Baik itu, terkait disipilin, cara berpakaian, hingga cara berkomunikasi yang baik dan benar. Dan itu, berdampak kepada kepribadian mahasiswa itu sendiri secara pribadi. Baik itu, di tengah lingkungan keluarga maupun sosial lainnya.
“Saya sudah bisa membuktikan hasil dari usaha yang dibuat. Dimana, kami mahasiswa melakukan penjualan produk berupa kue maupun makanan di lingkungan kampus, event IBAC dan Manado high street market di Mantos. Terbukti, kami mendapatkan keuntungannya. Itu salah satu penerapan kampus merdeka, dimana mahasiswa didorong mampu menciptakan dunia kerja, produk, hingga penerapan penjualan sampai menghasilkan uang,” ceritanya.
Lanjut Firginia, dirinya juga mendapatkan keterampilan dari pembelajaran bisnis plan. Yang dimana, setiap mahasiswa harus bisa berinovasi sehingga mendapatkan keuntungan. “Untuk produk bisnis plan yang saya pernah angkat itu adalah gantungan kunci dari batok kelapa. Intinya, mendapatkan manfaat yang baik ketika kuliah di Politeknik Negeri Manado,” pungkasnya.
Peliput: Mekel Pontolondo


Discussion about this post