Manado, Barta1.com — Gestur Gerald Hauw berubah saat memainkan sosok Hadineas dalam lakon “Hadineas Sang Prajurit”. Dia terlihat ringkih dan kelelahan, beruban dan penuh penyesalan karena perbuatan masa silam.
Hadineas dalam lakon itu sejatinya adalah prajurit Romawi yang menikam lambung Yesus saat tergantung di kayu salib. Sang tokoh kemudian menemukan pencerahan karena menjadi saksi mata kemuliaan Juruselamat lewat peristiwa-peristiwa pra penyaliban, seperti yang tertulis di kitab-kitab injil.
Lakon Hadineas yang diciptakan Iverdixon Tinungki dalam trilogi Yerusalem, menurut Gerald benar-benar menantang. Naik panggung di lomba teater seri B FSPG 2022 bersama kelompok teater Pemuda GMIM Imanuel Wanea, lelaki kelahiran 19 April 1994 itu benar-benar menampilkan bakat keaktorannya.
Hadineas versi Gerald Hauw terlihat sakit-sakitan tetapi tetap teguh memegang prinsipnya bahwa Yesus lah Mesias sejati.
“Tantangannya karena ini adalah peran yang tidak biasanya saya bawakan, jadi saya banyak belajar karena berupaya menampilkan Hadineas dalam patron berbeda dari yang sudah pernah ditampilkan sebelumnya,” tutur Gerald pada Barta 1 di lokasi lomba GMIM Victory Kairagi Weru, Jumat (21/10/2022).
Gerald serius amengaktualisasi perannya. Agar karakter bisa terbangun, dia juga mengadakan riset menyaksikan sinema bertema spiritual untuk mendalami seperti apa sosok prajurit Romawi yang menikam lambung Yesus.
Dan teater benar-benar menginspirasi sosok yang berwirausaha ini. Apalagi menurut Gerald, teater bukan hanya persoalan akting, tetapi juga terinspirasi pelatihnya, teater adalah persoalan kehidupan. (*)
Peliput: Tim Barta1


Discussion about this post