Manado, Barta1.com — Swara Parangpuan Sulut mengapresiasi langkah Politenik Negeri Manado melakukan uji publik kepada calon panitia seleksi (Pansel) satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) tahun 2022.
“Saya mengapresiasi Politenik Negeri Manado yang langsung menindaklanjuti peraturan Kemendikbud nomor 30 tahun 2022 tentang PPKS,” ungkap Koordinator Bidang Kajian dan Advokasi Swara Parangpuan Sulut, Nurhasanah, kepada Barta1.com, Rabu (24/08/2022), usai melakukan Uji Publik kepada Timsel PPKS Politenik Negeri Manado tahun 2022.
Ia berharap ke depannya pansel yang sudah dilatih Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak bisa menjalankan tugasnya sesuai prosedur.
“Kami di sini hanya melakukan penguatan terkait perspektifnya. Kemudian kami memberikan pemahaman dan harapan kepada calon pansel untuk benar-benar memilih satgas itu bukan berdasarkan relasi atau orang dalam,” ujarnya.
“Karena mereka yang lebih paham politik di kampus Politeknik Negeri Manado ini. Sehingga yang dipilih manjadi tim pansel adalah orang-orang pemberani dan bukan sekedar berkomitmen. Karena, tugasnya nanti sangat berat jika kedapatan pelakunya adalah teman sejawat,” tutur Nurhasanah.
Apabila Pansel dan Satgas perspektifnya ke korban, lanjut Nurhasanah, apapun itu akan berjalan sesuai tugas dan tupoksinya.
“Saya berharap satgas di Politeknik Negeri Manado memberikan praktek baik, dan menjadi acuan bagi kampus-kampus yang lain, yang sesungguhnya harus lebih cepat bertindak,” terang dia
“Komitmen saja tidak cukup, akan tetapi membutuhkan tindakan yang nyata. Swara Parangpuan sendiri berkomitmen, jika kampus mau melibatkan swara Parangpuan. Maka kami akan benar-benar membantu menjalankan fungsi satgas ini sebagaimana perspektif korban itu dijalankan dan hak korban itu dipenuhi. Baik itu, hak keadilan, kebenaran, pemulihan, dan hak untuk tidak terjadi lagi kekerasan seksual,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, calon timsel PPKS Politenik Negeri Manado Miske Manopo SE MSi saat diwawancarai mengatakan gembira diberikan kesempatan menjadi bagian dari calon timsel PPKS. Di mana akan membentuk wadah yang baik guna mengurangi tindakan kekerasan seksual di lingkungan Kampus Politeknik Negeri Manado.
“Banyak kekerasan seksual yang sering terjadi. Tetapi, para korban tidak tau akan melaporkan kemana. Ketika Satgas PPKS hadir di Politeknik Negeri Manado, jangan pernah takut untuk melapor,” kata ketua program studi (Prodi) Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Manado ini.
Senada dengan Manopo, calon tim pansel PPKS utusan Mahasiswa Politeknik Negeri Manado Anastasya Kawangung menyebut sebagai mahasiswa jangan terlalu apatis dengan permasalahan yang sering terjadi tetapi jarang ter-publish.
“Saya perempuan yang akan mendukung korban kekerasan seksual dan saya berkomitmen menjalankan tanggungjawab ini, karena sudah banyak laporan-laporan yang masuk tetapi tidak adanya wadah. Dan kali ini, Politenik Negeri Manado menyediakan wadah, melalui Satgas PPKS untuk penanganan kekerasan seksual di Kampus,” tambahnya.
Terpantau dalam seleksi timsel PPKS Politenik Negeri Manado dihadiri Direktur Politeknik Negeri Manado Dra Mareyke Alelo MBA, Wakil Direktur Bidang Akademik Dr Tineke Saroinsong SST MEng, Susy Marentek SE MSA, Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, serta Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Selvie Kalele SE MSi.
Calon timsel Satgas PPKS Politenik Negeri Manado sesuai SK Kemendikbud, yakni Meiske Wisye Manopo, SE.M.,MSi, Dr. Efraty Geertje Kandiyoh, ST., M.Eng, Josephin Sundah, SST.,MSi, Dr. Ivonne Helena Putong, SE.Ak., M.Ak, Askari Kumaat, S.Sos., MSi, Julita Tareluan, SE, Deysi Yurika Fiska Oroh, SST, Kevin Jhosua Kirayon dan Anastasya Kawangung. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post