Manado, Barta1.com – Hampir seluruh aktivitas manusia tidak lepas dari kebutuhan akan energy. Sayangnya, pemanfaatan energi primer di Indonesia masih berasal dari sumber energi yang tidak terbarukan.
Sementara itu, cadangan energi yang tidak dapat diperbaharui semakin menipis seperti minyak bumi dan batu bara. “Selain itu, emisi yang dihasilkan oleh energi primer tersebut merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar yang menyebabkan pemanasan global ujar Erwin Damanik Ketua Umum Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Sulut, Kamis (4/8/2022).
Erwin Damanik berharap semua pihak bekerjasama untuk menaggulangi masalah ini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pengetahuan tentang energi dan bagaimana langkah stategis dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
“Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa, harapan kedepannya mahasiswa dan pemuda yang akan menjadi agen perubahan dan mendukung transsisi energy yang sustain kedepannya,” katanya.
Menyikapi hal itu, DEM Sulut akan mengadakan Seminar Nasional Geothermal Energi bertema “The Future of Geothermal Energy in Indonesia” dengan harapan menjadi salah satu wadah edukasi yang akan memberikan wawasan serta kajian ilmiah untuk menigkatkan kesadaran akan pentingnya peralihan energi bersih untuk mendukung percepatan transisi energi sehingga dapat mewujudkan kedaulatan energy dengan pemanfaatan energy panas di Indonesia. “Seminar dilaksanakan pada Senin 8 Agustus 2022 di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut dengan menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten,” ujar Erwin Damanik.
Sebelum mengadakan kegiatan seminar, DEM Sulut bersilahturahmi dengan organisasi mahasiswa (Ormawa yang ada di Sulut tujuannya untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terjun bersama-sama mengawal dan mengambil perananan dalam mendorong transisi energi di Indonesia khususnya di Sulut.
“Hasil diskusi bersama Ormawa, mereka mengungkapkan bahwa dalam pemanfaatan energi terbarukan ini masih mempunyai keterbatasan dalam kurangnya pemahaman terkait pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Jakop Pakasi, selaku panitia seminar.
Dia berharap gagasan-gagasan dari hasil silahturami dimana setelah kegiatan seminar ini dapat memicu semangat pemuda di Indonesia terlebih di Sulut dalam membangun dan membawa Indonesia yang berdaulat energi. “Kemudian dapat melihat peluang usaha dalam pemanfaatan energi terbarukan. Dapat membuka komunikasi bersama instansi dan dapat menjalin kerjasama untuk mendukung Indonesia mencapai net zero emission di tahun 2060,” kuncinya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post