• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Alin Mahasiswi di Sulut Mau Jual Ginjal untuk Bangun Jembatan di Desanya

by Redaksi Barta1
7 Mei 2022
in Daerah
0
Perjuangan Alin Pangalima beserta sahabat-sahabatnya. (Istimewa)

Perjuangan Alin Pangalima beserta sahabat-sahabatnya. (Istimewa)

0
SHARES
379
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Di tengah geliat irama pembangunan yang berkelanjutan di Sulawesi Utara, ironisnya di sana juga terdapat potret buram dimana pembangunan tak juah menjangkau 16 tahun teriakan warga Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Goyo Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk mendapatkan akes jembatan penyeberangan ke pemukiman mereka.

Dengan waktu yang cukup lama itu pula warga Goyo bertaruh nyawa dan uang dengan menyewa satu-satunya alat penyeberangan berupa rakit.

Alin Pangalima (21) seorang perempuan tangguh, di tengah melemahnya perjuangan sebagian orang, ia dan sahabat-sahabatnya terus menggelorakan semangat perjuangan mendesak pemerintah untuk membangun jembatan ke kampungnya.

Tak tanggung-tanggung, Alin mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Utara tersebut, yang juga adalah anak dusun Goyo, siap menjual ginjalnya untuk pembangunan jembatan dan taman baca di sana.

“ini sebagai ekspresi kekecewaan. Kalau ada yang mau beli, harganya sama dengan harga jembatan, tambah pembangunan taman baca di Goyo. Aku mau lepas,” kata mahasiswi semester 8 ini, ketika dihubungi barta1.com.

Alin bertutur mereka akan bertaruh keselamatan dan uang apabila melewati sungai tersebut ketika hujan deras. Saat sungai normal kata dia, biaya untuk membayar rakit penyeberangan sebesar Rp3000 sekali lewat. Sementara jika dalam keadaan hujan mereka harus membayar Rp10000 sekali lewat dengan resiko yang cukup tinggi.

“Bayangkan saja masyarakat berapa kali lewat dalam sebulan di tempat ini, belum lagi dalam keadaan hujan dan air sungai meluap dengan biaya Rp10000, berapa biaya yang harus dikeluarkan. Sementara penghasilan masyarakat rata-rata memprihatinkan, karena saya sendiri merasakannya,” kata Alin.

Alin hingga hari ini terus bergerak bersama warga Goyo untuk menyuarakan pembangunan jembatan Goyo. Perjuangan itu juga ia tuangkan lewat satu buku karyanya yang berjudul Goyo.

Sementara itu di berbagai pemberitaan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bomut) Depri Pontoh menyatakan bahwa Pemda sudah berusaha untuk bisa mendapatkan anggaran untuk pembangunan jembatan Goyo namun kondisi keuangan negara lagi menghadapi pandemi.

“coba dihitung di Dinas PUPR pembangunan jembatan Goyo itu ada sekitar 40 sampai 45 miliar. Kalau dibangun dengan Dana Alokasi Umum (DAU) atau dari APBD, habis dana daerah. Tidak cukup.” Kata Bupati belum lama ini, dikutip dari Indentiknews.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: Alin PangalimaDesa Ollot DuaJembatan GoyoUPT Goyo
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Akses Jembatan Goyo Dikeluhkan, Alhabsyi: Ini Harus Menjadi Perhatian Serius

Akses Jembatan Goyo Dikeluhkan, Alhabsyi: Ini Harus Menjadi Perhatian Serius

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Semester 1 Tahun 2026 28 Juli 2026
  • Merlia Humambi: Pelatihan Kearsipan Digital Polimdo Sangat Berharga bagi Pelayanan Publik 28 Juli 2026
  • Polimdo Bekali Aparatur Kelurahan Malalayang Dua dengan Pelatihan Kearsipan Digital 28 Juli 2026
  • Bukan Sekadar Berebut Juara, Open Turnamen Bola Voli Justice Porodisa Cup Menjadi Ajang Telurkan Atlet Berprestasi 27 Juli 2026
  • Sidak SPKT dan Call Center 110, AKBP Arie Sulistyo Pastikan Pelayanan Prima bagi Masyarakat 27 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In