Jaladri Junius Bawotong, dikenal sebagai seorang dramawan produktif dari Kota Bitung. Kini ia menjabat Ketua Sanggar Tangkasi. Lahir di Bitung, 4 Juni 1986. Pendidikan SD GMIM 1 Madidir (1992-1998), SMP N 2 Bitung (1998-2001), SMA N 2 Bitung (2001-2004). Selain aktif di panggung drama, selepas SMA ia terjun ke dunia usaha.
Bermain drama sejak usia 11 tahun di sekolah Minggu di GMIM Getsemani Madidir. Kemudian belajar teater pertama kali dari Michael Jacobus, Rizal Lumombo, Fanny Rengku, Vanny Kaunang di Sanggar Tangkasi yang kemudian dikenalkan kepada Leonardo Axsel Galatang pada 1997.
Sebagai aktor pernah berperan di antaranya dalam lakon “Tembang Sang Anak Terhilang” karya dan sutradara Michael R Jacobus pada 1998. Berperan sebagai Orang Gila dalam lakon “Simfony Dusun Ungu” karya dan sutradara Michael R Jacobus pada 1999.
Berperan dalam lakon “Luka Wangsa” karya Reyner E Ointoe pada Festival Teater Remaja UKI Tomohon tahun 2002. Sebagai Opo Lao dalam lakon “Tragedi Cangkul” karya Leonardo Axsel Galatang pada Internasional Bali Art Festival 2011.
Berperan sebagai Wan Abab dalam “Para Penjudi” karya N. Gogol yang disutradarai Erick MF Dajoh tahun 2012. Sebagai Wakil Rakyat dalam lakon “Parodi Kotak” karya Leonardo Axsel Galatang adaptasi Presi Wantah, pada HUT Sanggar Tangkasi 2021,
Karya-karya penyutradaraannya di antaranya, lakon “Luka Wangsa” karya Reiner E Ointoe, pada Festival Teater Remaja UKI Tomohon -tahun 2002. “Tanjung Pulisan” karya Leonardo Axsel Galatang, pada Festival Teater Remaja Tangkasi tahun 2004. Menulis lakon “Bartimeus” dan menyutradarainya untuk pentas Natal SMA N 2 Bitung tahun 2004.
Menyutradarai lakon “Sama-sama Edan” karya Leonardo Axsel Galatang, pada Petra Smart and Talent Festival STIE Petra Bitung tahun 2005. Menyutradarai lakon “Surat Sunyi Rerumputan” karya Iverdixon Tinungki, pada Festival Teater Remaja Hardiknas Tangkasi tahun 2005. Menyutradarai “Surat Sunyi Rerumputan” karya Iverdixon Tinungki, pada Festival Teater Remaja Balai Bahasa tahun2005.
Menyutradarai lakon “Luka Wangsa” karya Reiner E Oentoe, pada Festival Teater Remaja Tangkasi tahun 2005. Menyutradarai “Doa Profesor Tanah” karya Leonardo Axsel Galatang, untuk kesertaan Sanggar Mentari pada Festival Teater Remaja Tangkasi tahun 2008. Menyutradarai “Nyanyian dari Tikungan” karya Leonardo Axsel Galatang untuk Sanggar Cakrawala pada FTR Tangkasi 2008.
Menyutradarai pertunjukan Sanggar Gelora Samudra lakon “Pangkunang” karya Leonardo Axsel Galatang, pada Festival Teater Remaja Tangkasi – 2009. Pada festival yang sama juga menyutradarai “Nyanyian Dari Tikungan” untuk Sanggar Cakrawala. Dan “Tragedi Sasi Daha” karya Leonardo Axsel Galatang untuk Sanggar Cinta Bahari.
Menyutradarai lakon “Membasuh Dengan Air Kencing” karya Leonardo Axsel Galatang, pada Pekan Teater Tangkasi – 2010. Menyutradarai Sanggar Cinta Bahari lakon “Dendang Bocah Gelombang” karya Leonardo Axsel Galatang, pada Pekan Teater Tangkasi tahun 201.
Menyutradarai Sanggar Handayani lakon “Doa Profesor Tanah”. Menyutradarai Sanggar Cinta Bahari lakon “Pangkunang” dan Sanggar Mutiara dengan lakon “Dendang Bocah Gelombang”. Menyutradarai Sanggar Tumou Tou lakon “Pulang Ke Rumah Sang Kreator Agung” pada Festival Teater Remaja Tangkasi tahun 2012.
Menyutradarai lakon “Sebatang Lilin untuk Ninong” karya Leonardo Axsel Galatang, pada pementasan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – gedung RRI – Manado dan Kolaborasi bersama BNN kota Bitung pada HANI tahun 2012. Menyutradarai Sanggar Handayani lakon “Matahari Di Rumah Kardus” pada Festival Teater Remaja Tangkasi 2013. Menyutradarai Sanggar Tunas Bangsa lakon “Kolotidi” pada Festival Teater Remaja Tangkasi tahun – 2013.
Menyutradarai dan menulis “Operet 3 B Polda Sulut tahun 2014. Menyutradarai sanggar Ekleshia lakon “Doa Profesor Tanah” karya Leonardo Axsel Galatang pada Festival Teater Remaja Tangkasi 2016. Menyutradarai dan menulis naskah “Setia Hingga Akhir” untuk pentas Kolaborasi dengan Kodim 1310 Bitung pada 17 Agustus 2016. Menyutradarai Sanggar Binsus /SMA Kr 2 Binsus Tomohon lakon “Nyanyian Dari Tikungan” karya Leonardo Axsel Galatang pada Festival Putih Abu Abu Balai Bahasa tahun 2014.
Menyutradarai lakon “Pulang Ke Rumah Sang Kreator Agung” pada Festival Seni Pemuda Gereja tahun 2014. Menyutradarai “Puisi Pengharapan” karya Iverdixon Tinungki pada Festival Teater Remaja GMIM 2016. Menyutradarai lakon “Biarlah” karya Leonardo Axsel Galatang pada 2016 untuk Festival Teater Natal Dewan Kesenian Sulut.
Menjadi Asisten sutradara dalam pementasan lakon “Kotak” yang disutradarai Leonardo Axsel Galatang pada Festival Teater Remaja Nasional di Sasono Langen Budoyo TMII Jakarta tahun 2010. Menjadi asisten sutradara dalam “Fajar Sidiq” karya Emil Sanosa yang disutradarai Indah Manembu pada tahun 2012. Menjadi asisten sutradara dalam pentas “Kisah Cinta Putri Konglomerat” karya dan sutradara Leonardo Axsel Galatang pada 2013
Selain menyutradarai teater, sejak tahun 2020 juga menggarap beberapa film pendek untuk Festival Film Pendek Tangkasi, diantaranya: “Sunyaruri” yang terpilih sebagai Film Terbaik kategori SMP pada Festival Film Pendek Tangkasi (FFPT) 2020. Menyutradarai “Tampa Mapia” dan “Makaria” pada FFPT 202. Menyutradarai film pendek “Matahari Terbit di Pesisir” karya Ruben Tamtomo pada FFPT 2021.
Sejak tahun 2008 dipercayakan sebagai manajer pementasan di Sanggar Tangkasi hingga tahun 2016. Sejak 2016 hingga sekarang (periode 2018-2023) dipercayakan sebagai Ketua Sanggar Tangkasi kota Bitung. Dan saat ini lebih sering terlibat dalam proses produksi pementasan dan urusan manajemen Sanggar Tangkasi. (*)
Penulis: Iverdixon Tinungki


Discussion about this post