• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Resky Tumimbang, Pejalan Kaki Saat Kuliah Kini Bergaji 15 Juta

by Redaksi Barta1
17 November 2021
in News
0
Resky Tumimbang, Pejalan Kaki Saat Kuliah Kini Bergaji 15 Juta

Resky Tumimbang. (foto: istimewa)

0
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Mandiri sejak usia muda tidak semua orang bisa melakukannya. Apalagi, ditinggalkan orang terdekat. Itu yang dirasakan Resky Tumimbang (24). Pemuda periang, baik dan pekerja keras. Ia anak pertama dari dua bersaudara pasangan sederhana Japris Tumimbang bekerja penjaga rakit dan almarhum Roslili Malese.

Pemuda kelahiran Dapalan 24 Desember 1994 ini menceritakan tentang kepergian ibunya bertepatan dengan kesibukannya saat kuliah. “Saya masih menginjak semester 7 di Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado. Pastinya, kesibukan makin padat dimana ada Praktik Kerja Lapangan (PKL) hingga tahapan penyusunan laporan PKL dan proposal. Diwaktu tersebut kita membutuhkan topangan motivasi dari keluarga terdekat. Namun, harapan tersebut berbeda ketika mama saya meninggal,” ujar Kribo sapaan akrabnya yang sempat berpikir untuk berhenti kuliah.

“Pernah berpikir untuk berenti kuliah. Namun terpikir dengan pesan mama hanya ingin melihat Resky pakai toga. Itu, yang membuat Kita kembali bersemangat untuk menyelesaikan sisa semester menuju sarjana,” jelasnya, Rabu (17/11/2021).

Setelah kepergian ibunya, Resky tetap bersemangat menjalani kesehariannya. Setelah di Wisuda tahun 2018, Reski menjadi instrutur surfing di UKM Jendela Indoneia MM Group selama 7 bulan. “Menjadi instruktur hanya 7 bulan mengingat tahun 2019 awal Covid-19 dan pekerjaan di rumahkan sampai tahun 2020. Tahun 2020 berpikir untuk mengadu nasib ke luar negeri yakni Jepang,” ucapnya.

Berjalannya waktu untuk mempersiapkan administrasi menuju negara MatahariTterbit, Resky kembali dirundung duka. Kali ini, adik kandungnya, almarhum Vicky Anto Tumimbang meninggal. “Mama dan adik pastinya tidak mau melihat saya dan papa berduka untuk setiap saat. Keduanya, pasti ingin melihat kami tetap bersemangat. Jadi, kita tetap menjalankan niat untuk pergi ke Jepang,” tuturnya.

Sosonopan Paniki Bawah Lingkungan IX, Kecamatan Mapanget adalah kediaman Resky bersama keluarganya. “Rindu dengan suasana rumah. Saat, Mama dan Ade masih ada pastinya suasana sangat berbeda, pastinya seperti anak-anak lainnya yang masih ada orang tuanya,” cetusnya.

“Mama orang hebat demi kita kuliah. Rela, mencari sayur Daun Ubi untuk dijual agar kita boleh ke kampus, mengingat jarak lapangan dan Politeknik agak jauh. Pernah 2 hari berjalan kaki dari Kampus sampai ke Rumah tujuannya untuk menghemat biaya,” ceritanya.

Ia kembali menceritakan sejak semester 3 sudah bekerja. Setelah jam kampus kita langsung bekerja. Ada, beberapa Hotel yang pernah mengijinkan kita bekerja semasa kuliah yakni Novotel, Sutanraja, dan Peninsula. Selain itu, melatih basket di SMK Yadika Manado.

“Proses, demi proses suka dan duka mampukan dilewati. Dan, Syukurlah ketika berada di Jepang Tuhan masih memperhatikan, memampukan, dan memberikan pekerjaan di perusahaan Nakayama dengan Gaji 15 Jutaan perbulan,” imbuhnya.

Sambungnya, kedepannya akan membangun usaha dan melanjutkan perkuliahan. “Dengan penghasilan yang kita dapatkan saat ini. Rencana, akan membuka usaha dan melanjutkan studi S2 di Jepang,” pungkasnya.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Resky Tumimbang
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Integrasi dan Digitalisasi, Percepat Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur

Integrasi dan Digitalisasi, Percepat Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026
  • Usai Turnamen Catur Daerah, Kepala BNNP Sulut Tatap Event Nasional 18 April 2026
  • Halal Bihalal Jurusan AB Polimdo: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman 18 April 2026
  • WALHI Sulut Perkuat Gerakan Lingkungan, 18 Peserta Ikuti Pelatihan Community Organizer 2026 17 April 2026
  • Pegadaian Gelar “Mengetuk Pintu Langit”, Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 17 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In