Manado, Barta1.com – Tidak semua anak muda menyempatkan waktu liburannya dengan melakukan pekerjaan sampingan, guna menambah puing-puing pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari maupun menabung. Namun, berbeda dengan Krismita Sondole (28).
Mari mengenal lebih dekat Krismita Sondole perempuan enerjik, mandiri dan pekerja keras ini. Mita sapaan akrab teman-temannya lahir di Kampung Hiung, Siau, 14 November 1993. Anak ke 2 dari 2 bersaudara pasangan ibu Vreltje Sahidangan sebagai ibu rumah tangga (IRT) dan ayah Didimus Sondole selaku juru mudi.
Mita merupakan lulusan Universitas Katolik De La Salle Manado dengan mengambil Jurusan Keperawatan Profesi (Ners). Diusia yang begitu muda, Mita tidak menghabiskan waktu liburannya dengan bersenang-senang seperti anak muda lainnya, melainkan ia mengisi waktu dengan bisnis jasa yang ia jalankan, diluar profesi yang ia kerjakan setiap Senin hingga Jumat.
Profesi yang dijalani Mita setelah menyelesaikan studinya adalah sebagai perawat pribadi. Dilain waktu, Mita melakukan tugas-tugasnya sebagai sopir, petugas pengangkut air mineral, serta mengurus ternak babi. Itulah bisnis yang dikerjakannya selama 3 tahun terkahir ini.
Ia menyebut, pekerjaan sampingan yang ia kerjakan saat ini, pernah dikerjakan ayahnya. Usaha jasa yang dijalankan sudah 3 tahun. Dari pekerjaan tersebut, Mita mengakui dalam dirinya ada jiwa berbisnis. Dan dari bisnis tersebut, ia sudah mendapatkan keuntungan yang bisa membantu kebutuhan sehari-hari hingga bisa menabung. “Melaksanakan bisnis jasa ini karena termotivasi untuk membantu ayah dan ibu, dan ingin menyibukkan diri dengan hal-hal yang membangun,” ungkap Mita saat ditemui Barta1.com, Senin (1/11/2021).
Menurutnya, pekerjaan sampingan yang agak berat ini sudah terbiasa dilakukan. Menjadi sopir, menjadi buruh pengangkut air mineral harus dilakukan guna menyelesaikan permintaan pesanan. Sedangkan dampak sebuah pekerjaan pastinya terasa sakit, hingga ada dititik dimana saat baru memulai pekerjaan sudah terasa kurang bersemangat. Tetapi, Mita selalu mencoba dan melawan semua itu, dengan tetap bersemangat.
Adapun kesulitan yang dihadapi ketika bertepatan dengan jam dinasnya, dimana permintaan pemasokan air mineral yang sangat banyak mengakibatkan ia sering terlambat bekerja. “Sering terlambat dinas, diakibatkan harus mengantar pesanan air mineral terlebih dahulu,” tuturnya.
Perempuan yang beralamat di Parigi 7, Kelurahan Kombos Timur, Manado, menyebut air mineral yang sering diambilnya di Politeknik dan Calaca. “Tergantung pemesanan barang masuk dimana. Tetapi, yang banyak sering diambil di Politeknik kemudian dibawa ke Pelabuhan Manado,” katanya.
Bisnis jasa kecil-kecilan ini sudah bekerjasama dengan salah satu agen air mineral dan global track untuk penyediaan barang. Dalam menjalankan usahanya, Mita tidak memiliki tenaga bantuan. Dan usaha yang dijalankannya tergantung pemesanan atau orderan. “Adapun kesulitan yang yang didapatkan saat berada di lokasi yakni, mengangkut air mineral ke mobil truk. Kemudian dari truk dibawa ke lokasi tujuan pemesanan. Tetapi, tak selalu memikul, adapun pihak-pihak yang membantu baik petugas di tempat air mineral itu sendiri. Jika waktu membutuhkan tenaga tambahan, pastinya turun untuk membantu,” ujar Mita lagi.
Sebagai anak muda jangan pernah minder untuk bekerja, apapun itu. “Pergunakan waktu sebaik-baik mungkin dengan berdoa, bekerja, dan lakukan hal terbaik dalam hidupmu, dengan begitu kamu tidak akan dipandang lemah atau menjadi beban orang lain, termasuk orang tua,” kuncinya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post