Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) harus going global. Hal itu disampaikan Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo, MBA kepada Barta1.com, di Ruangannya, lantai 3, Gedung Utama (GU) Polimdo, Jumat (15/10/2021).
Di kampus Polimdo ada 3 kegiatan yakni, kurikuler menyangkut akademik, kurikuler yang menunjang potensi akademiknya dan ekstrakulikuler. “Polimdo akan mendorong semua unit kegiatan mahasiswa (UKM) untuk going global, jangan hanya tertinggal di Desa Buha,” jelasnya.
“Misalnya, UKM musik didorong untuk membuat konser musik rutin beberapa bulan, menciptakan lagu yang trending, dan bisa mengundang musisi jazz dari Jakarta,” ucapnya.
Sambungnya, setiap UKM di kampus Polimdo harus mempertajam kompetensinya. “Jangan hanya menghabiskan waktu dengan baksos saja,” ujarnya. “Perlu saya sampaikan Polimdo memenangkan dana seed grant dari Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk mengembangkan early warning system di Kota Manado, dan akan melakukan itu adalah Mapala, Mapala jangan sekedar mendaki gunung, memanjat tebing dan sebagainya. Tetapi, Mapala harus mampu melihat isu-isu penting di bidang lingkungan,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini Manado menghadapi longsor, banjir dan bagaimana mahasiswa dengan teknologi-teknologi yang terbaru bisa membantu, mengamankan dan mengurangi potensi-potensi kerusakan. “Jadi, Mapala tidak lagi hanya sekedar mendaki gunung, Mapala harus lebih produktif sesuai dengan teknologi yang terbaru,” tutupnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post