• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home SWRF

Puisi-puisi Endemik Sangihe: Sasambo, Bentuk dan Jenis Laguannya

by Redaksi Barta1
8 September 2021
in SWRF
0
Puisi-puisi Endemik Sangihe: Sasambo, Bentuk dan Jenis Laguannya
0
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kecerdasan sastrawi dan kecerdasan musikal telah hidup dalam ribuan tahun suku bangsa Sangihe. Keindahan dan kebergunaan sastra telah menjadi akar sejarah dan filsafat kehidupan mereka. Di negeri kepulauan itu, masyarakatnya memandang Sasambo (puisi) sama seriusnya dan sama pentingnya dengan filsafat atau ilmu pengetahuan kebijaksanaan dan memiliki persamaan dengan kebenaran atau jadi mirip kebenaran.

Sasambo adalah salah satu sastra lisan tertua di Sangihe bahkan Talaud, dan diajarkan secara turun temurun. Kegiatan berbalas syair sasambo disajikan dengan iringan musik tagonggong atau juga dibawakan dalam tradisi musik tarian Lide. Sambil melantunkan sambo, para jenius sastrawi ini harus juga memainkan tagonggong sesuai irama yang diinginkan. Ketika sastra menjadi sabda, maka musik adalah perahu yang membawanya mengarungi kehidupan. Bingkai pandangan-pandangan sejak masa lalu yang penuh simbol, petanda dan penanda ini, kata sejarawan dan antropolog Alex Ulaen, hanya dimengerti oleh mereka yang memiliki kecakapan puitik dan kecakapan estetik. Kritikus sastra Reiner Emyot Ointu menyebut Sasambo sebagai puisi endemik Sangihe.

Dalam cerita lisan (folklore) Sangihe di era Raja Makaampo (1530-1575) di Kerajaan Tabukan, disebutkan para leluhur orang Sangihe sangat gemar dan mahir dalam berpuisi dan berpantun yang disebut Mesambo. Aktivitas berpuisi secara berbalas-balasan ini pun disebut Mebawalase. Setiap lawan mesambo harus mampu menjawab atau membalas syair sasambo yang disambokan. Kalau tidak maka akan dianggap kalah dan dalam tingkatan syair tertentu bisa terjadi malapetaka.

Berdasarkan cerita rakyat dari kampung Dagho, Kalamadagho dan Pananaru, di mana pulau Sambo yang ada di pantai Kalamadago terlempar akibat permainan tagonggong dan sasambo para punggawa yang sakti. Sampai saat ini, pulau tersebut dinamakan pulau Sambo. Di masa lalu, setiap sasambo yang dilantunkan memiliki kekuatan magis yang dapat membunuh orang. Ini sebabnya sasambo juga disebut seni ritual magis.

Ada kata mematikan, ada kata menghidupkan. Demikian filosofi sastra Sasambo, sebuah seni ritual etnik Sangihe. Sebagai seni ritual magi, Sasambo tak sekadar seni hiburan tetapi ritual. Dalam Sasambo, kearifan dan heroisme tertinggi adalah penyatuan manusia, alam semesta, dan Ilahi. Setiap jenis syair seperti juga irama ketukan Tagonggong (Gendang Sangihe) memiliki makna dan maksud tertentu yang ingin dicapai mesasambo (pelantun Sasambo).

Alat musik tradisi Sangihe Tagonggong sebagai pengiring sasambo adalah sebuah gendang yang berbahan dasar kayu nangka, kayu hitam (batuline) dan kayu besi (siha/kaluwatu). Alat musik ini menyerupai “Gendang Batu Marawis” pada kesenian Islam. Menurut Alfian Walukow, seorang peneliti sejarah di Tahuna, sampai saat ini belum ada data ilmiah yang mengkaji kepastian lahirnya alat musik ini dalam aktifitas berkesenian di Sangihe.

Aktivitas mesambo biasanya dilaksanakan untuk maksud meminta pengasihan, atau keterlibatan kekuatan mekanis dalam alam semesta untuk mendatangkan kebahagiaan dalam kehidupan umat manusia seperti kebahagiaan perkawinan, karunia cinta, mendatangkan makrifat bagi anak, panen yang berhasil, memenangkan perang, mendatangkan keperkasaan bagi seseorang, menghindarkan negeri dari bahaya atau menolak bala, serta penyucian kehidupan manusia dan alam semesta. Aktifitas mesambo juga dapat digunakan untuk mendatangkan malapetaka bagi orang lain atau orang yang dimusuhi.

Sasambo berasal dari bahasa Sangihe yang dibentuk dari dua suku kata yakni : Pertama, Sasasa artinya pengajaran (Petuah, Penyucian). Kedua, Sambo artinya Syair (mantra, kalimat-kalimat petuah yang magi). “Dalam budaya magi etnik Sangihe diyakini jika huruf-huruf mematikan digambungkan akan menimbulkan petaka, huruf menghidupkan digabungkan mendatangkan berkah,” ungkap budayawan Syahrul Ponto.

Magisme Sasambo berada pada musikalitas bahasa yang dipengaruhi unsur bunyi (Lagung). Semua bermula dari bunyi, begitu falsafah Sasambo. Sementara Tagonggong adalah media roh bertemu pesan dalam syair. Efek bunyi adalah spirit pencapaian kulminasi trans (katarsis). Suatu periode puncak menyatunya kosmik manusia dengan kekuatan alam semesta dan Ilahi.

Syair dan lagu (irama ketukan gendang) sasambo terdiri dari beberapa jenis di antaranya : a).Lagung Bawine: Berisi petua-petua berumah tangga, atau syair cinta. b).Lagung Kakumbaede atau Sasahola: berisikan syair maarifat pengantar tidur bagi anak-anak. c).Lagung Duruhang : Berisi syair kearifan pesisir. d). Lagung Balang : Berisi syair kearifam lautan. e). Lagung Sonda: Berisi syair perang. f).Lagung Kapire: Berisi mantra yang ditujukan untuk mencelakakan orang.

Untuk menyemarakan Sangihe Writers & Readers Festival (SWRF) 2021, berikut ini kami sajikan beberapa puisi Sasambo yang diambil dari “Kitab Puisi Sasambo” yang direncanakan akan dibukukan oleh panitia SWRF 2021.

LAGUNG BAWINE:

Birahing kuko su sawang
I atohema timumpa

Ia tawe melong gahi
Kai malong kakanoa

Pondoļeng eneng sampelang
Motong si ndio manumpang

Melurang itetuno naung
Makakende puengu ate

Abe sasau meseba
Makaghenggang si kanarang

Pakasara mesirita
Pia tuļing mandehokang

LAGUNG BALANG:

Paļi su karaļenehang
Tamai walang kahengang

Mamihetong taghaļoang
Abe pebiling paļusang

Maeng kurang tinenane
Pato maļowo i senggene

Nakapendang kere ini
Mesau marariha e

Bituing neliku buļang
Nakawantuge dauļu

Karima dame tumuwo
Gighile taku i suang

Timbang kere mansohowang
Tahuna soang batangeng

LAGUNG SASAHOLA:

Ampaļe bera i tundu
Maļa pisi melamaka

Maiang su papiheto
Duang beka kekamekang

Taikaseba tonaseng
Nemaļango su lawesang

Bedang ta katiwa ponto
Nengoļe su taghaļoang

Pine berang Gandaļangi
Daļeng ta sombange apa

Bou nekata kaghiang
Memea menuļeng pato

Pakaimang pakatuhu
Madiring kapeberaeng

LAGUNG RUDUHANG:

Kinasepeng kalu wuļang
Manumpite nahunsangi

I kami kondoaļumang
Kinsuļe maļa selungang

Tempong tahiti pepalung
Medea sukamarane

Bohe supaļedu ļima
Mailing kekapandaeng

Lumintu pekata bue
Abe eno kere lana

Pahepa sihinge lawo
Apeng pakatialai

Tamaļahimang tonggene
Beoe netondo ļiku

LAGUNG SONDA:

Marau ipekarimang
Marani tawe sempikang

Mesombang su kapalirang
Metataļentu eng apa

Tengkeleng kalu kuruang
Apang tadise masene

Mesiong manu tumumpa
Masi deae waļene

Mekeba sulimang biang
Talengkone mang kadodo

Nusa napeta eng sasi
Tanakapeta hiwa i upung

Su wanuang tumana e
Dudalahedo mapia

Barta1.Com
Tags: sangihesasamboSyahrul Ponto
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Donasi Mengalir ke Komunitas Dinding Manado

Donasi Mengalir ke Komunitas Dinding Manado

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Marvein Hontong Ditunjuk Plt Ketua DPRD Sangihe, Proses Pergantian Dimulai 26 Mei 2026
  • Jelang Idul Adha, Bupati Sangihe Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden 26 Mei 2026
  • Mahasiswa Teknik Mesin Polimdo Raih Juara 2 Lomba Welding Nasional di Jakarta 26 Mei 2026
  • Gunakan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kades Tule Utara 26 Mei 2026
  • Pengabdian Kepada Masyarakat, Jurusan Akuntansi Polimdo Berikan Pembelajaran Kepada Anak – Anak di Pasar Bersehati Manado 26 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In