Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan mendapat perhatian serius dari lembaga UNESCO, khususnya terkait dampak pendidikan bagi masyarakat. Dikutip dari laman UNESCO, Audrey Azolay-Direktur UNESCO mengatakan, hingga saat ini akses terhadap kesempatan belajar dan literasi belum merata. Pergeseran metoda pembelajaran jarak jauh dan kesenjangan infrastruktur digital serta penguasaan teknologi merupakan salah satu tantangan utama yang harus segera dicarikan solusinya.
Berkaca dari hal tersebut, SWRF bekerjasama dengan Perkumpulan Literasi Indonesia menggelar webinar bertajuk “Membaca Literasi Nusa Utara; Transformasi Perpustakaan, Daya Baca dan Literasi Digital”. Dalam perhelatan nanti, para narasumber akan memotret wilayah Nusa Utara sebagai sampel dari kondisi literasi di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.
Para narasumber di antaranya Faradila Bachmid Duta Baca Sulawesi Utara, Johanis Pilat selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sangihe, akan memaparkan perspektif perkembangan literasi di Sulawesi Utara hambatan dan tantangannya. sementara Ketua Umum Perkumpulan Literasi Nasional Wien Muldian akan berbagi perspektif terkait upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menyiasati berbagai tantangan yang terjadi.
Webinar dalam rangka peringatan Hari Literasi Internasional ini akan mengeksplorasi bagaimana literasi dapat berkontribusi untuk membangun fondasi yang kuat bagi pemulihan, yang berpusat pada manusia. Dengan fokus pada interaksi dan keterampilan digital yang dibutuhkan, webinar ini dapat memberikan inspirasi terkait pentingnya literasi sebagai upaya membangun martabat dan memenuhi hak asasi manusia ditengah pergaulan dunia.
Webinar Hari Literasi Internasional akan diselenggarakan secara daring pada tanggal 8 September 2021, pukul 15.30 WITA menggunakan aplikasi Zoom. Kegiatan bersifat gratis dan tersedia E-Sertifikat dengan registrasi melalui www.linktr.ee/sangihe.wrf. (**/pelaksana SWRF)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post