Talaud, Barta1.com – Setelah terjadi aksi pelemparan, pelayanan masyarakat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tarohan ditutup untuk sementara waktu. Pelayanan masyarakat di Puskesmas Tarohan ditutup untuk sementara waktu. Hal ini dikatakan oleh Camat Beo Selatan, Yudith Indry Pandenaa setelah terjadi aksi pelemparan gedung Puskesmas yang dilakukan oleh salah seorang warga Desa Tarohan.
“Pasca pelemparan oleh salah seorang warga di Puskesmas Tarohan, maka pelayanan di Puskesmas Tarohan ditutup untuk sementara dan akan dibuka kembali pada Jumat, 27 Agustus 2021,” kata Pandenaa.
Lepas dari penutupan sementara pelayanan di Puskesmas, Pandenaa menerangkan untuk pelayanan vaksinasi tahap II dan posyandu tetap berjalan di setiap desa sesuai jadwal yang ada.
Dari informasi yang dirangkum, aksi pelemparan yang dilakukan oleh pria berinisial AJP pada Senin (23/8/2021) di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Beo, aksi pelemparan ini merupakan klimaks dari rasa kesal pelaku terhadap pengumuman yang disampaikan oleh Kepala Desa Tarohan melalui pengeras suara bahwa masyarakat harus menghindari pelaku yang sudah positif Covid-19.
Selain itu, lelaki yang berprofesi sebagai petani ini merasa tidak di perhatikan oleh pemerintah desa dan tenaga kesehatan, karena sejak dinyatakan positif Covid-19 tanggal 19 Agustus 2021, dirinya tidak pernah diperhatikan dalam hal konsultasi pelayanan kesehatan serta pemberian obat.
Hal ini diterangkan oleh Kapolsek Beo, Ipda Johan Atang. Setelah diberi pembinaan dan peringatan tegas oleh Polsek Beo yang dipimpin oleh KSPK Polsek Beo Aipda Deny Amisi, pelaku bersedia mematuhi protokol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk isolasi mandiri.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post