Jakarta, Barta1.com — Peristiwa terbakarnya gereja milik jemaat GTM Batang Uru Timur Mamasa, Sulawesi Barat, baru-baru ini, sempat viral di media sosial. Menyangkut hal tersebut, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengungkap ada pihak yang telah menggiringnya ke isu intoleransi.
“Sejak informasi kejadian pembakaran ini diterima oleh PGI, kami telah mencari informasi mengenai fakta sesungguhnya,” kata Humas PGI, Philip Situmorang, lewat rilis yang diterima Barta1, Selasa (06/07/2021).
Sebagaimana diberitakan beberapa media daring dan informasi di lapangan, lanjut Philip, bahwa pembakaran gereja ini dilakukan oleh warga gereja itu sendiri–yang memiliki gangguan kejiwaan. Pihak kepolisian setempat telah memproses kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku, tanpa menemukan bukti-bukti yang menunjuk pada keterlibatan pihak lain dan bermotif intoleransi.
“Pimpinan GTM turut membenarkan informasi yang diperoleh PGI tersebut,” kata dia.
Namun kata Philip, sangat disayangkan, banyak pengguna media sosial yang kemudian meyakini bahwa kejadian tersebut bagian dari masalah intoleransi. Terlebih setelah beberapa aktivis media sosial yang semakin menggiring isu ini sebagai masalah intoleransi, dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia serta lembaga-lembaga peduli HAM tidak bersuara atas “ketidakadilan” dimaksud.
Oleh karenanya, secara khusus PGI mohon kepada warga gereja untuk, pertama, tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang menggunakan informasi tidak otentik untuk kepentingan tertentu. PGI beserta mitra-mitra strategisnya tidak berkurang komitmen untuk berpihak pada keadilan dan perdamaian serta mewujudkan keutuhan ciptaan-Nya di rumah bersama ini. Karena demikianlah yang diamanatkan oleh gereja-gereja anggota PGI (91 sinode) dalam setiap persidangannya.
Kedua, bersama-sama turut meningkatkan literasi cerdas bermedia sosial dalam masyarakat kita, serta membangun budaya kritis-prinsipil, konstruktif-realitis sebagai warga bangsa dan gereja.
Ketiga, terus mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (lih. Roma 14:19) sebagai anggota tubuh Kristus. Demi semakin dimuliakannya nama Tuhan. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post