• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Nelayan Temukan Paus Mati Terdampar di Pantai Kalasey

by Redaksi Barta1
5 Februari 2021
in News
0
Nelayan Temukan Paus Mati Terdampar di Pantai Kalasey

Paus terdampar di pantai Kalasey, Minahasa. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
527
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Seorang nelayan bernama Rusli Malintoy (46) dikagetkan dengan adanya ikan paus yang terdampar di pinggiran pantai Kalasey Satu, Kabupaten Minahasa, Jumat (5/2/2021).

“Saya menemukan paus ini terdampar di pinggiran pantai pukul 09.00 WITA. Dimana saat itu, saya dan anak saya Gisela Malintoy (7) mau melihat perahu,” ungkap Rusli Malintoy kepada Barta1.com.

Pada penemuan pertama, dirinya mengira ikan yang terdampar adalah lumba-lumba, setelah dilihat lebih dekat rupanya paus anak. “Saya mencoba memberikan pertolongan, dan memangil nelayan lainnya serta memosting keadaan paus melalui sosial media, namun dilihat lebih dekat paus anak ini sudah tidak tertolong lagi,” ucapnya kembali.

Ia menambahkan, ketika diperiksa tidak ada tanda-tanda perlakuan kekerasan manusia terhadap paus, atau bekas tanda tajam, hanya ada goresan-goresan dari puing-puing bangunan.

Menurutnya, selama 5 tahun ia menjadi nelayan, baru kali ini menemukan paus terdampar. “Saya melihat paus ini berukuran 2 meter setengah dan berat 300 kilo,” ujar Rusli sembari mengatakan jika tidak ditangani oleh pemerintah paus ini akan mereka kubur.

Paus berwarna hitam ini sudah menjadi tontonan warga yang datang ingin melihat sambil berfoto. Diketahui, paus tersebut sudah tertahan tiga jam di pantai Kalasey Satu, Kabupaten Minahasa, dan mengeluarkan darah dari matanya.

Pihak Dinas Kelautan Sulut telah berada di lokasi namun belum bisa memberikan keterangan.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: pantai kalaseypaus
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Bantuan Bencana dari Pemkab Gorontalo Utara dan Kimia Farma

Bantuan Bencana dari Pemkab Gorontalo Utara dan Kimia Farma

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Alarm bagi Pendidikan Vokasi: Teknik Mesin Polimdo Hadapi Krisis Minat dan Regenerasi Dosen 2 Mei 2026
  • Semarak Peringatan 63 Tahun Integrasi Papua di AMN Dipimpin Rektor Unsrat dan Kolonel Jacobus 2 Mei 2026
  • HUT ke-17 IKA Polimdo: Menebar Kepedulian, Menghidupkan Kasih di Setiap Langkah 2 Mei 2026
  • Supriyadi Pangellu: Pak Gubernur, Evaluasi Dulu Kinerja Calon Sekprov! 2 Mei 2026
  • Pemkot Kotamobagu Sebut Perda APBD 2026 Sudah Lolos Evaluasi Gubernur 2 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In