Manado, Barta1.com – Seorang nelayan bernama Rusli Malintoy (46) dikagetkan dengan adanya ikan paus yang terdampar di pinggiran pantai Kalasey Satu, Kabupaten Minahasa, Jumat (5/2/2021).
“Saya menemukan paus ini terdampar di pinggiran pantai pukul 09.00 WITA. Dimana saat itu, saya dan anak saya Gisela Malintoy (7) mau melihat perahu,” ungkap Rusli Malintoy kepada Barta1.com.
Pada penemuan pertama, dirinya mengira ikan yang terdampar adalah lumba-lumba, setelah dilihat lebih dekat rupanya paus anak. “Saya mencoba memberikan pertolongan, dan memangil nelayan lainnya serta memosting keadaan paus melalui sosial media, namun dilihat lebih dekat paus anak ini sudah tidak tertolong lagi,” ucapnya kembali.
Ia menambahkan, ketika diperiksa tidak ada tanda-tanda perlakuan kekerasan manusia terhadap paus, atau bekas tanda tajam, hanya ada goresan-goresan dari puing-puing bangunan.
Menurutnya, selama 5 tahun ia menjadi nelayan, baru kali ini menemukan paus terdampar. “Saya melihat paus ini berukuran 2 meter setengah dan berat 300 kilo,” ujar Rusli sembari mengatakan jika tidak ditangani oleh pemerintah paus ini akan mereka kubur.
Paus berwarna hitam ini sudah menjadi tontonan warga yang datang ingin melihat sambil berfoto. Diketahui, paus tersebut sudah tertahan tiga jam di pantai Kalasey Satu, Kabupaten Minahasa, dan mengeluarkan darah dari matanya.
Pihak Dinas Kelautan Sulut telah berada di lokasi namun belum bisa memberikan keterangan.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post