Dalam sudut pandang Jaya Masloman, warna bisa jadi sebuah catatan harian emosi. Warna menjadi suatu nilai estetika yang memberikan makna dalam cara non-representasional.
Lahir di Tondano, Minahasa pada 25 April 1958. Menyelesaikan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Manado pada 1994. Mengikuti Program Painting With Computer di SFB-TTC Berlin-Germany pada 1993, dan bekerja di TVRI Stasiun Sulut pada Departemen Tata Artistik.
Ia sedikit dari pelukis Sulawesi Utara yang menekuni abstraksionisme. Sebelumnya, Jaya Masloman bermula dari karya-karya realis, naturalis dan figuratif. Terakhir ia total dengan karya-karya abstrak.
Ia boleh dikata melukis emosi dalam warna. Lukisannya tidak lagi berkonsentrasi pada bentuk secara mendetail. Ia meninggalkan pengamatan struktural bentuk suatu objek. Sebaliknya, ia menghadirkan suasana yang dipantulkan lewat cahaya. Warna menjadi suatu nilai estetika yang memberikan makna pada hal yang dibawanya.
Sebagaimana karya-karya seni futuristik, lukisan-lukisan Jaya Masloman termasuk karya kontemporer yang tidak menggambarkan objek dalam wujudnya yang asli, tetapi menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional.
Ia melukis seakan menumpahkan pengalaman kontemplatif hidupnya sendiri. Pada sebuah karyanya dapat ditemukan sebuah dunia yang misterius yang berisi ragam kesedihan, kegelapan dan kesuraman. Pada karya yang lain terlihat jalinan warna keberanian, dipenuhi energi, kekuatan, gairah, kegembiraan, dan kemewahan. keceriaan, kebahagiaan. Sebuah energi semangat dan rasa optimis.
Ia termasuk pelukis yang tak menargetkan pasar bagi karya-karyanya, kendati tak sedikit karya lukisannya telah dikoleksi para kolektor manca-negara.
Dalam puluhan tahun berkarya, pelukis yang tinggal di galerinya di Perum Griya Sea Lestari 3, blok Alamanda, No. 38 Sea, Manado ini, telah memberikan semacam resonansi pada nilai-nilai peradaban tanah airnya.
Sebagai perupa terkemuka Sulawesi Utara, Jaya telah menggelar pameran tak saja dalam negeri, namun juga di beberapa kota di luar negeri. Di antanya sebagai berikut:
1981-1986 Pameran Bersama para art designer di TVRI Nasional Jakarta.
1990 Pameran bersama “Seni Rupa di Balik Gelas Kaca #1” di Bentara Budaya Jakarta.
1991 Pameran bersama “Seni Rupa di Balik Gelas Kaca #1” di GPPS TVRI Nasional Jakarta.
1993 Mengikuti Program Painting With Computer di SFB-TTC Berlin-Germany dan Pameran Bersama di Berlin dan Dusseldorf-Germany.
1998 Pameran bersama “Temu Budaya Se-Indonesia” di Art Center Denpasar, Bali.
1998 Pameran Bersama Sonny Lengkong di Museum Negeri Manado.
2000 Pameran Bersama “Torang Samua Basudara” dalam program Temu pelukis Surabaya-Manado, di Museum Negeri manado.
2001 Pameran Bersama Deni Katili “www.dj.2001” di Sahid kawanua Hotel Manado.
2002 Pameran Bersama “Who Am I” di Sahid Kawanua Hotel Manado.
2003 Pameran Bersama “Oh” di Sahid Kawanua Hotel Manado.
2004 Pamaran Bersama Penggalangan Dana Korban Bencana Alam di Geduang Harian Komentar Megamas Manado.
2005 Pameran Bersama “SMS” di Grandpuri Hotel Manado.
2006 Pameran Bersama Komunitas Bonsai di Atrium Megamal Manado.
2007 Pameran Bersama di Auditorium UNSRAT Negeri Manado.
2008 Pameran Bersama “Pesona Kuda” di Grandpuri Hotel Manado.
2008 Pameran Bersama “10 Kota Rupa” Palu, Sulawesi Tengah.
2009 Pameran Bersama “WOC Pro Earth” serentak di enam Hotel di Manado.
2010 Pameran Tunggal “What I Want #1” di RiaRio Resto and Galerry Manado.
2012 Pameran Bersama di Atrium Megamal Manado.
2013 Pameran Bersama di Kota Tomohon.
2014 Pameran Tunggal “What I Want #2” di Mercure Hotel Tateli, Manado.
2016 Pameran Bersama “Northen Force” di Aston Hotel Manado.
2016 Pameran Bersama Seni Rupa “Epicentrum” di Taman Budaya Manado
2017 Pameran Bersama “ Dancing With Colors” di Aston Hotel Manado.
2017 Pameran AAF di Pitstop Marina Bay Singapore.
2018 Pameran Bersama “ Torang 19” di Sintesa Paninsula Hotel Manado.
2018 Pameran bersama “ Torang 19” di Mantos 3 Manado.
2019 Pameran Bersama “Torang 19” di Lippo Plaza Manado.
2019 Pameran Tunggal “Suka-suka” di Sintesa Paninsula Manado.
Penulis: Iverdixon Tinungki

Discussion about this post