Talaud, Barta1.com – Pandemi Covid-19 berdampak bagi semua sektor kehidupan, dunia pendidikan di antaranya. Era penormalan baru yang diterapkan pemerintah menghasilkan wajah baru dalam dunia pendidikan.
Luar Jaringan (luring) merupakan salah satu metode pembelajaran yang dilakukan di rumah karena para siswa belum diperbolehkan belajar di sekolah.
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sambuara, yang berada di Kecamatan Essang Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan salah satu sekolah yang menerapkan metode ini. Sejak minggu ke-3 Maret 2020, para tenaga pengajar harus melakukan aktivitas belajar – mengajar dengan mendatangi rumah para siswa.
Hal ini diungkapkan Fernando Loronusa, salah satu tenaga pengajar. “Karena mengikuti aturan pemerintah tentang new normal dimana para siswa belum diperbolehkan datang ke sekolah, maka kami melakukan metode luring atau luar jaringan yaitu melakukan kunjungan ke rumah siswa,” ujar Loronusa, Kamis (30/7/2020).
“Metode ini kami lakukan sudah sejak minggu ke-3 bulan bulan maret tahun 2020, sampai sekarang. Semua yang kami lakukan untuk mencerdaskan generasi pelajar di perbatasan NKRI,” tambah Loronusa.
Ada berbagai hal yang mewarnai kegiatan ini. Selain berkunjung ke rumah siswa, para guru ditantang untuk menguasai medan serta menyesuaikan dengan keadaan siswa dan sekelilingnya di desa-desa yang mereka sambangi.
“Dalam pelaksanaannya, kami memiliki kesan sangat luar biasa karna harus menyesuaikan dengan keadaan siswa di desa-desa. Kami harus berkunjung ke rumah siswa. Kami juga harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar,” ungkap Loronusa.
“Ini bukan satu hal yang menyurutkan semangat kami guru-guru. Tetapi kami lebih bersemangat karna melihat para siswa yang antusias menyambut kehadiran kami saat datang ke rumah,” tandas Loronusa.
Motivasi dari kepala sekolah kepada para tenaga pengajar yang ada di sekolah ini seakan memiliki bekal tambahan saat menyusuri lorong di desa-desa saat hendak mengajari para siswa. Selain dukungan dari Kepala Sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah ikut menyemangati para pengajar tersebut.
“Kami memiliki Kepsek ibu Nofti Halean yang selalu memberi motivasi dan semangat disaat kami kelihatan lelah. Selain itu, Kacabdin Pendidikan Daerah, ibu Sri Ratna Pasiak selalu memberi semangat dan dorongan kepada kami,” tukas Loronusa.
Pria yang mulai mengajar sejak tahun 2016 ini menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi oleh dirinya bersama rekan sesama pengajar. “Kami ditantang untuk bisa membuat siswa mengerti serta faham tentang mata pelajaran yang diberikan. Sekalipun di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, mau tidak mau, bagaimanapun caranya, kami harus melaksanakan tanggungjawab sebagai guru,” kunci Loronusa.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post