• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Patung Dotu Unsong Bahewa tak Seperkasa Semasa Hidupnya

by Agustinus Hari
30 Juli 2020
in Daerah, News
0
Patung Dotu Unsong Bahewa tak Seperkasa Semasa Hidupnya

Patung Dotu Unsong Bahewa di Pantai Desa Kabaruan. (foto: evan/barta1)

853
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com – Patung Dotu Unsong Bahewa yang terletak di pantai Desa Kabaruan, Kecamatan Kabaruan, Talaud, kian ramai diperbincangkan masyarakat Talaud.

Dibangun di atas batu yang diyakini merupakan makam sang Dotu, patung ini berdiri tak kekar dengan anatomi yang tak simetris. Ukuran betis kaki lebih besar dari paha, lengan tangannya berukuran pendek, Kepalanya berukuran kecil, tulang rusuknya nampak hingga ke bagian belakang badan dan beberapa bagian tubuh lainnya yang tak menggambarkan keperkasaannya semasa ia masih hidup.

Kondisi patung inilah membuat berbagai kalangan angkat suara. Erens Gumansalangi, Ratumbanua Desa Kabaruan dan Kabaruan Timur sangat menyayangkan, pembangunan patung yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Talaud tahun 2018 ini, hasilnya tidak memuaskan.

Sekilas dari penuturan Ratum Banua Desa Kabaruan dan Kabaruan Timur, Dotu Unsong Bahewa merupakan tokoh sejarah asal Kabaruan yang dengan gigih mempertahankan wilayahnya dari gangguan Ansuang/Warangingi yang mencoba merampas wilayah Pulau Kabaruan. Gerombolan Ansuang tersebut akhirnya tewas di tangan Dotu Unsong Bahewa yang juga merupakan panglima perang di negeri Tamarongge.

“Sangat disayangkan. Hasilnya tidak menggambarkan keperkasaan sang Dotu. Seharusnya patung Dotu Unsong Bahewa merupakan potret kepahlawanan sang Dotu saat mempertahankan wilayahnya dari gangguan penjajah,” ungkap Gumansalangi, Rabu (29/7/2020).

Senada dengan itu, Romli Tawinseet, salah seorang warga Desa Kabaruan Timur sangat menyayangkan pembangunan patung yang terkesan asal-asalan tersebut.

“Pembangnan patung tersebut terkesan asal-asalan. Kami selaku generasi asal Kabaruan terkadang merasa malu karena foto patung Dotu kami sempat menjadi bahan bulian di facebook,” ujar Tawinseet.

Terpisah, Koldius J Maratade, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Porodisa Indonesia (LPI) mengungkapkan keprihatinannya atas persoalan ini. “Itu salah satu bukti pelecahan, penghinaan terhadap dotu serta keturunanya bahkan orang Talaud pada umumnya. Hal ini merupakan upaya mengkerdilkan serta menghilangkan nilai histori perjuangan para leluhur,” ungkap Maratade.

Sekretaris Jendral Persatuan Masyarakat Adat Talaud (PMAT) ini menyoroti tentang kepedulian serta pengawasan Pemda terhadap nilai-nilai budaya, pengakuan dan rasa hormat kepada leluhur orang Talaud, apalagi pembangunan patung ini bersumber dari anggaran daerah.

Ia juga menegaskan agar patung tersebut harus dibongkar dan dibangun kembali dengan bentuk yang kekar. “Patung yang telah dibangun itu harus dibongkar diganti dengan patung yang lebih megah. Sesuai dan menggambarkan seorang panglima yang gagah berani,” tutur Maratade.

“Jangan lupa, untuk membingkar dan membangun kembali patung tersebut, harus bekerja sama dengan lembaga dan masyarakat adat setempat serta pemerhati budaya talaud yang kompeten. Serta harus melakukan ritual adat,” katanya.

Maratade juga mendesak agar penanggung jawab pekerjaan pembangunan patung tersebut harus dipanggil dan dimintai pertanggujawaban atas hal tersebut. “Pihak terkait harus memanggil mereka yang telah membangun patung itu untuk dimintai keterangan sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka atas pelecehan yang mereka lakukan,” tegasnya.

Peliput : Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: desa kabaruankecamatan kabaruanPatung Dotu Unsong BahewaTALAUD
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Aksi Vandalisme Rusak Pesona Gunung Awu Sangihe

Aksi Vandalisme Rusak Pesona Gunung Awu Sangihe

Discussion about this post

Berita Terkini

  • GERAK Ungkap Cacat dalam Juknis Penyaluran Bantuan Bencana Gunung Ruang 25 April 2026
  • Terumbu Karang: Penjaga Kehidupan Laut dan Kepentingan Dunia 25 April 2026
  • Tragedi Lalu Lintas di Manado: Bayi 5 Bulan dan Penumpang Tewas, Dua Pengemudi Jadi Tersangka 24 April 2026
  • Dikda Sulut Diminta Turun ke SMAN 8 Manado, Bentuk Satgas Anti Pungli Jelang Kelulusan Siswa 24 April 2026
  • Manado Jadi Pusat Diplomasi Kelautan, Duta Besar CTI-CFF Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In