Manado, Barta1.com – Cukup banyak anak muda yang memilih bergiat di lingkungan hidup dengan motivasi yang berbeda-beda. Tapi Rio Noval Puasa cukup spesial dan konsisten.
Pengiat asal Manado Utara, merupakan anak ke 4 dari pasangan Jarnel Puasa dan Elmy Darotong ini mulai aktif pada tahun 2008.
“Saat itu, terlibat dalam aksi lingkungan dengan kegiatan bersih-bersih, penanaman pohon dan edukasi. Hingga akhirnya memilih fokus pada salah satu ekosistem laut hingga kini,” kata Rio pada Barta1.com, Senin (6/7/2020).
Lelaki kelahiran Manado, 3 November 1989 mendedikasikan dirinya beraktivitas dalam dunia lingkungan seperti melindungi, berkampanye, mengedukasi dan praktek di lapangan. “Saya saat ini sedang fokus untuk konservasi ekosistem laut yaitu karang di daerah Likupang, Minahasa Utara,” ujarnya.
Indonesia sambung Rio, merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki nilai keanekaragaman hayati laut yang begitu tinggi dan sangat populer di mata dunia.
“Hanya saja masalahnya tentang kerusakan di laut diakibatkan ulah manusia dengan cara menangkap ikan yang tidak ramah lingkungan. Adanya pengaruh wisata yang tidak memiliki etika dalam berwisata serta pengambilan keputusan pemerintah dalam proyek-proyek pembangunan yang mengesampingkan kelestarian lingkungan,” kata Rio.
Hal sederhana peduli akan lingkungan yakni bisa mengajak masyarakat memperhatikan masalah sampah atau melestarikan terumbu karang. “Intinya mengubah pola pikir masyarakat ke arah yang lebih baik akan lingkungan,” ujar alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat Manado.
Sejauh ini dirinya begitu terinspirasi dengan seorang guru, teman dan mentor di bidang konservasi laut. Itu jadi penyemangat. “Adalah almarhum Jusak Ratundaleng Pahlano Daud. Saya ingat saat melakukan tugas bersama mentor saya tersebut, meninggal karena kelelahan. Kejadian tersebut bertepatan saya ditugaskan langsung oleh Kementerian untuk melaksanakan misi menghitung beberapa luas dan berapa parah kerusakan terumbu karang yang diakibatkan tumpahan minyak ke laut pada salah satu pulau terluar di Indonesia,” kenang Rio.
Apakah sudah berhasil misinya untuk lingkungan hidup? Rio mengaku sejauh ini masyarakat masih menganggap enteng tentang isu pemanasan global atau perubahan iklim yang diakibatkan ulah manusia itu sendiri.
Alam beserta isinya merupakan titipan bagi manusia dan menjadi satu-satunya planet yang layak dihuni manusia. “Sudah sepantasnya kita tidak merusak dan tetap menjaga dari kepunahan akibat gaya hidup yang tidak ramah akan lingkungan. Jika anda tidak bisa menjaganya, setidaknya jangan merusak. Kita bisa memulai dari kehidupan sehari-hari mulai dari keluarga kecil di rumah dan lingkungan sekitar tempat kita tinggal,” ujarnya
Rio Noval Puasa aktif dan pernah memimpin berbagai organisasi yang bergerak di bidang lingkungan. Diantaranya anggota Forum Komunikasi Pecinta Alam Sulut (FKPA), perintis Lintas Pecinta Alam Manado Utara (LPAMU), mantan Ketua Himpunan Manajemen Sumberdaya Perairan Unsrat.
Ia juga salah satu pendiri Seasoldier Sulut. Salah satu pendiri World Cleanup Day Sulut dan beberapa komunitas lainnya.
Peliput : Meikel Pontolondo



Discussion about this post