Sangihe, Barta1.com – Buntut adanya pemberitaan dugaan dana bantuan sosial (bansos) tunai yang disunat dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu, diklarifikasi lagi Kapitalaung Kampung Lenganeng, Hesky Sasundu.
Padahal dalam pemberitaan sebelumnya Kapitalaung Lenganeng ini telah menyampaikan tidak ada pemotongan terhadap bantuan untuk warga terdampak Covid-19 di Kampung Lenganeng. “Kalau menurut kita, tidak ada pemotongan. Kalau ada pemotongan kita le siap mo tanggung,” ungkapnya singkat.
Klarifikasi Kapilauang yang disampaikan via media sosial (medsos) bahwa hingga kini dana bansos tahap kedua belum ada. Kejadian sebenarnya adalah karena dana bantuan sosial tunai (BST) belum ada, maka 26 calon penerima bantuan sosial tunai (BST) pada penyaluran dana desa tahap 1 telah ditanggulangi dari anggaran dana desa sejumlah Rp 600 ribu per orang.
“Dengan kesepakatan setelah dana bantuan sosial tunai tahap 1 cair akan dikembalikan ke kas kampung,” kata Sasundu, Senin (8/6/2020) malam.
Selanjutnya tulis dia, ketika dana bantuan sosial tunai tahap 1 turun setelah penyaluran dana BLT tahap kedua, seharusnya dana bantuan sosial tunai tahap pertama yang sudah diterima dikembalkan seluruhnya ke kampung.
“Tetapi atas kesepakatan bersama pemerintah kampung dengan penerima BST mereka akan mengembalikan 300 ribu dari tahap 1 dan 300 ribu dari tahap 2, ketika nanti tahap 2 akan diterima dan disetor ke kas kampung. Tetapi sampai hari ini BST tahap 2 belum turun, baru tahap 1 yang so cair,” katanya.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post