Manado, Barta1.com – Sistem kuliah online yang diterapkan sejumlah kampus di Sulut ternyata menemui kendala. Seperti dialami mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jurusan Akuntansi, Fanjili Mamonto. Ia mengeluhkan kepada pimpinan jurusan bahwa sistem perkuliahan yang diterapkan sekarang bukanlah kuliah online melainkan tugas online.
“Sebenarnya model pembelajaran prosesnya menjelaskan atau tukar pikiran antara mahasiswa dan dosen. Malah ini digantikan dengan tugas. Apalagi aplikasi yang digunakan untuk kuliah online harus memiliki jaringan yang memadai,” kata dia belum lama ini.
Ia menambahkan, sedangkan saat ini dirinya dalam kesusahan untuk membeli paket kuota untuk mengikuti proses belajar melalui online. “Jujur saja kami dalam keadaan susah,” ujarnya.
Ketua Jurusan Akuntansi Polimdo, Stevie Kaligis memangil seluruh ketua-ketua kelas untuk membahas terkait keluhan itu. Sedangkan Wakil Direktur I Bidang Pendidikan, Mareyke Alelo saat dikonfirmasi mengatakan pada dasarnya institusi sudah memahami kendala yang dihadapi oleh mahasiswa sebelum mahasiswa mengungkapkannya.
“Hal ini perlu tindakan yang lebih konkrit lagi untuk mengurangi beban mahasiswa. Permasalahan ini baru dikomunikasikan dengan Kementerian sehingga Polimdo baru bisa mengambil langkah yang diharapkan,” ujarnya.
Adapun langka-langka yang akan dilakukan mengurangi beban mahasiswa yakni pemberian kuota gratis untuk pembelajaran daring, keringanan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Termasuk bantuan sembako bagi mahasiswa yang membutuhkan. “Ada beberapa poin yang akan diterbitkan dalam bentuk surat, pungkas Alelo.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post